Home / Headline / Terobos Perlintasan Kereta, Dua Pemuda Asal OKU Timur Ditabrak Babaranjang
Kedua korban dirawat di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja.

Terobos Perlintasan Kereta, Dua Pemuda Asal OKU Timur Ditabrak Babaranjang

Martapura, Sumselupdate.com – Diduga nekat menerobos perlintasan kereta api (KA) Babaranjang, dua warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur tertabrak di perlintasan hingga tak sadarkan diri, Jumat (14/4/2017) dini hari.

Korban Ronal Lebiardo (20) dan Anastasius Delta Jaya (18), mengalami luka serius dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja.

Sebelumnya, kedua korban sempat dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun karena kondisinya kritis, kemudian keduanya dirujuk ke rumah sakit di Baturaja.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan di perlintasan KA tersebut terjadi saat sekitar lokasi sepi. Kedua korban mengendarai sepeda motor BG 5891 FD, dimana Ronal sebagai pengemudi membonceng rekannya, Anas, yang berstatus mahasiswa AMIK AKMI Baturaja.

Keduanya hendak pulang ke rumah selepas bekerja di salah satu stoke file batubara di Martapura. Korban beriringan dengan motor teman mereka dari arah Kota Baru menuju Desa Sukomulyo. Tiba di perlitasan TKP, ada kereta babaranjang datang dari arah Lampung menuju Baturaja.

Merasa kereta dengan nomor lokomotif 3024A tersebut masih jauh, iring-iringan motor mereka nekat menerobos perlintasan. Sedangkan di pos penjagaan pintu perlintasan, sedang tidak ada petugas jaga.

Lalu, motor teman korban yang lebih dulu melintas lolos. Apes dialami kedua korban yang nekat menerobos. Kereta yang sudah dekat pun menyambar motor korban hingga menimbulkan suara benturan keras.

Motor dan penumpangnya pun terpental ke sisi kiri jalan arah Kota Baru menuju BP Peliung. Ronal dan Anas langsung tak sadarkan diri.

Keduanya kemudian ditolong warga sekitar dengan membawanya ke rumah sakit terdekat. Sedang motornya rusak parah. Kepala motor sampai patah dan bodinya ringsek. Saat ini motor tersebut sudah diamankan di Mapolres OKU Timur.

Sementara itu, pantauan di ruang IGD RSUD Ibnu Sutowo, kedua korban mendapat penanganan serius dari tim medis setempat. Keduanya kritis dan mesti dirawat di ruang ICU. Namun, karena ruang ICU penuh, pihak rumah sakit membawanya ke ruang bedah sembari menunggu ada tempat di ruang ICU.

“Petugas IGD kita baru dapat informasi kalau ada pasien kecelakaan kereta. Tapi informasinya pasien sudah masuk Baturaja sedangkan ruang ICU kita penuh. Tapi tetap kita layani dengan memberikan penjelasan kepada pihak keluarga dan tim medis dari Martapura yang membawa mereka,” ujar Direktur RSUD Ibnu Sutowo, dr Rynna Dyana.

Sementara itu, dr Edy yang mengepalai penangan medis di ruang IGD terhadap kedua korban menjelaskan, kondisi keduanya menderita luka yang cukup parah. Diantaranya, korban Ronal patah tangan kanan dan korban Anas patah kaki kanan serta pendarahan di hidungnya.

“Informasi kami terima korban mengalami kecelakaan kereta api di Martapura. Kalau pun nantinya perkembangan kondisi kedua korban harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih tinggi, maka akan kita rujuk juga,” ujar Edy usai memimpin penanganan medis di Ruang IGD. (yul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.