Home / Headline / Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Harus Tingkatkan
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata (Deputi PDIP) Kemenpar Dadang Rizki Ratman saat membuka seminar.

Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Harus Tingkatkan

Palembang, Sumselupdate.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Seminar Nasional Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2017 dengan mengangkat tema “Penguatan Peran Manajemen Destinasi dalam Mendukung Keberlanjutan Pariwisata” di Hotel Novotel Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (7/12/2017).

Seminar sehari dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata (Deputi PDIP) Kemenpar Dadang Rizki Ratman, sebagai upaya memberikan penguatan bagi para stakeholder Tata Kelola Destinasi Pariwisata, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola destinasi pariwisata serta para pemangku kepentingan lain dalam perencanaan, pembentukan, pengembangan, dan pengelolaan destinasi pariwisata.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata menyatakan bahwa Kemenpar tahun 2017 telah menerapkan lokus wilayah TKDP di 33 destinasi di Indonesia. Diharapkan dari seminar ini dapat menjadi wadah bagi para stakeholder untuk menghadapi dinamika pembangunan destinasi wisata serta untuk menjawab tantangan dan isu kepariwisataan nasional dan internasional.

“Seminar ini untuk meningkatkan sinerjisitas dan pemantapan dalam mewujudkan peningkatan kerjasama dan dukungan baik dalam bidang infrastruktur, aksesibilitas, dan konektivitas; maupun mengembangkan potensi daya tarik wisata alternatif di destinasi,” ungkap Dadang Rizki Ratman

Baca Juga :  Jelang Puasa, Harga Bawang Merah dan Putih Kian Tak Terbendung

Menurut Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Oneng Setya Harini yang menjadi salah satu pembicara menyatakan perlunya memformulasikan strategi pengembangan tata kelola destinasi pariwisata melalui identifikasi kunci keberhasilan produk, layanan, dan kegiatan di masing-masing cluster TKDP.

“Penguatan dan keberlanjutan koordinasi lintas sektor akan mendukung target pembangunan pariwisata. Mengembangkan potensi dan meningkatkan keterampilan sumber daya manusia (SDM); mengembangkan strategi pemasaran dan promosi; dapat mendukung target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 270 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) tahun 2019,” kata Oneng Setya Harini.

Dipilihnya Kota Palembang sebagai tempat penyelenggaraan seminar kali ini selain sebagai salah satu cluster Tata Kelola Destinasi Pariwisata, juga dalam rangka mendukung Palembang sebagai tuan rumah ASIAN GAMES 2018. Palembang juga merupakan destinasi tematik sport tourism, baik active sport tourism, passive sport tourism, maupun nostalgic sport tourism.

Para peserta seminar nasional

Seminar nasional Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat (TKDPM) Tahun 2017 merupakan salah satu kegiatan tahunan dari Program Asistensi TKDP. Program Asistensi TKDP diinisiasi oleh Kemenpar sejak tahun 2011 dan menjadi sebuah program yang strategis dalam pengembangan pariwisata di Indonesia karena dinilai mampu melibatkan semua stakeholder di destinasi dalam proses perencanaan hingga pengembangannya dengan menerapkan prinsip partisipatif, sistemik, kolaboratif, berkelanjutan dan manajerial melalui proses yang terukur.

Baca Juga :  Dideportasi Singapura, La Nyalla Dibawa ke Jakarta

Kegiatan seminar nasional TKDPM telah berlangsung ketujuh kali, penyelenggaraan seminar sebelumnya dilangsungkan di Jakarta (2010 & 2014), Flores (2011), Parapat, Danau Toba – Sumatera Utara (2012), Manado – Sulawesi Utara (2013), Labuan Bajo, Magelang – Jawa Tengah (2015). (Biro Hukum dan Komunikasi Publik). (ery)

Baca Juga

Budayakan Cuci Tangan, RSUD Baturaja Gelar Lomba Dance Hand Hygiene Competition

Baturaja, Sumselupdate.com – Sebanyak 40 tim mengikuti kegiatan Dance Hand Hygiene Competition, yang dimotori Rumah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *