Home / Headline / Tak Setuju Keponakan Menikah Dengan Duda, Safruddin Dipenjara
Tersangka Safrudin diamankan di Polsek Sako.

Tak Setuju Keponakan Menikah Dengan Duda, Safruddin Dipenjara

Palembang, Sumselupdate.cpm – Karena tidak setuju keponakannya, Septiani (32) hendak menikah dengan seorang pria yang berstatus duda, Safruddin (47) warga Jalan Jepang, Kecamatan Sako Palembang malah menganiaya korban, Sabtu (13/1). Atas perbuatannya pelaku kini mendekam di sel tahanan Polsek Sako setelah dilaporkan oleh Septi.

Kejadian bermula saat Safruddin tidak senang karena korban menjalin hubungan dengan duda yang telah menikah sebanyak empat kali. Safruddin sudah beberapa kali mengingatkan Septiani untuk berhenti berhubungan. Bukan tanpa alasan, menurut penuturan Safruddin, ia menganggap calon iparnya tersebut merupakan duda dan dikenal kerap menipu. “Saya memang tidak senang dengan duda itu. Dia itu sudah menikah 4 kali dan terkenal suka menipu orang,” ujarnya.

Baca Juga :  KSAU: Saya Tindak Perwira yang Aniaya Anggota Paskhas Hingga Tewas

Septiani yang tidak terima calon suaminya dicerca oleh pamannya sendiri, mencoba membela. Akibat silang pendapat, keduanya terlibat cekcok. Tak disangka cekcok tersebut berujung emosi pamannya. Seketika pelaku yang emosi menampar korban. Tidak puas dengan tamparan pertama, pelaku menampar untuk kedua kalinya dan mengakibatkan korban tersungkur ke tanah.

Ketika korban terjatuh Safruddin yang merasa omongannya dibantah oleh keponakannya langsung mencoba mencekik. Beruntung warga yang melihat langsung mencegah pelaku. “Sebelumnya aku masih sabar, aku cuma tidak setuju dengan calon suaminya. Kami berdua cekcok, saya emosi dan saya khilaf tampar dia,” ujarnya.

Baca Juga :  Karena Uang Belanja, Ramadoni Siksa Istri Siri

Akibat kejadian tersebut, korban mendapat luka lecet dibagian kiri pipinya. Korban Septi langsung melaporkan pamannya ke Mapolsek Sako, dengan pengaduan tindak penganiyayaan.

Kapolsek Sako Kompol Ahmad Firdaus melalui Kanit Reskrim Polsek Sako Yahya Roni mengatakan, tersangka melakukan enganiayaan terhadap keponakannya sendiri. Keduanya sempat terlibat cekcok mulut. Sehingga korban langsung ditampar hingga terjatuh dan terluka. “Pelaku akan dijerat Pasal 351 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” jelasnya. (tra)

Baca Juga

Kemenpan-RB Akomodir Honorer K2 di Penerimaan CPNS, Tapi…

Tomohon, Sumselupdate.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengatakan, honorer K2 pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *