Home / Headline / Tahanan Pendamping Kendalikan Bisnis Narkoba dari Dalam Lapas

Tahanan Pendamping Kendalikan Bisnis Narkoba dari Dalam Lapas

Palembang, Sumselupdate.com – Keberadaan seorang tamping (tahanan pendamping) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kembali menuai persoalan, ini dibuktikan dengan ditangkap nya David Haryono alias Ono (30) oleh anggita BNNP Sumsel bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPCBC) Tipe Madya Pabean B Palembang.

Dia merupakan napi di LP Narkoba Muarabeliti Kabupaten Musi Rawas sekaligus tamping yang mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji tahanan yang dibantu setidaknya enam kaki tangannya.

“Tamping yang selama ini mendapat kewenangan penuh melaksanakan tugas sipir di Lapas harusnya sudah tidak boleh ada lagi, kami telah minta Kakanwil Kemenkum HAM menghapus keberadaan tamping,” ucap Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Drs Jhon Turman Panjaitan, Rabu (6/6/2018).

Dalam kesempatan tersebut, BNNP Sumsel juga memusnahkan 3 kilogram shabu yang dibungkus plastik warna hijau dan 5.000 butir pil ekstasi dengan berat 1,5 kg.

Menurut Jhon, awal pengungkapan kasus ini bermula saat petugas BNNP Sumsel menerima informasi dari masyarakat terkait adanya tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang meresahkan masyarakat.

Lalu, pada Rabu (9/6) sekitar pukul 06.00 WIB tim BNNP Sumsel menangkap tersangka Iskandar (39) warga Desa Gelumpang Kecamatan Murah Mulya Kabupaten Aceh Utara yang tengah mengendarai mobil Toyota Calya nopol B 1262 UIK yang tengah mengarah ke Palembang.

Paslon Pilwako Lubuklinggau

Saat digeledah, diketahui tersangka membawa paket diduga narkotika yang dibungkus plastik warna hijau bertuliskan huruf Cina GUANYINWANG seberat 2,9 kg dan 5.000 butir pil ekstasi seberat 1,5 kg yang terbungkus dalam lima bungkus kacang.

Dari pengakuan Iskandar, barang haram ini didapatkan dari tersangka Hendra Wijaya warga Batam yang ditembak mati petugas setelah berusaha kabur dari kejaran petugas dan tersangka M Yusuf  alias Jhon sebagai perantara yang juga ditembak mati.

Bersama tersangka Ono, turut diamankan empat tersangka lain masing-masing Heni (47) pacar Ono warga Pondok Mitra Lestari Jati Asih Bekasi, Peri Heryanto (34) warga Jalan Siring Agung Lintas Utara Lubuklinggau dan Subhan alias Ojing (25) warga Jalan Cereme Gang Sejahtera Kecamatan Lubuklinggau II.

“Kelima tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan saat ini mereka dititipkan di Lapas Pakjo Palembang,” ucap Jhon.

“Harus dihukum mati karena akibat ulah nya ini bisa merusak generasi muda, juga di dalam tahanan dari hasil penjualan narkoba ini sudah cukup banyak menghasilkan uang, termasuk membantu membangun gapura pintu masuk Lapas Narkoba Muarabeliti,” tandasnya. (tra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.