Home / Headline / Sudah Empat Bulan, Ganti Rugi Warga Sukamaju Belum Usai
Mediasi antara warga dan pt Medco di gedung rapat paripurna DPRD PALI yang dimediasi komisi II

Sudah Empat Bulan, Ganti Rugi Warga Sukamaju Belum Usai

PALI, Sumselupdate.com – Permasalahan ganti rugi yang belum usai yang timbul akibat dari pipa minyak mentah jalur transfer Jene – Pengabuan milik PT Medco E&P yang bocor akibat korosi, di Desa Suka Maju Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Jumat (10/11/2017) yang lalu, belum juga menemukan titik terang.

Dari hasil mediasi yang dilakukan di ruang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten PALI pada Selasa (13/2/2018) kemarin, pihak perusahaan Medco belum juga memastikan akan membayar ganti rugi yang telah disepakati pada rapat yang langsung dipimpin ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono.

Kendati demikian, politisi PDI Perjuangan itu berharap agar pihak perusahaan menjalankan keputusan yang telah di tentukan pada pertemuan tersebut.

“Belum final, tapi yang kami (DPRD, red) tawarkan di sini sudah mengambil jalan tengah, seperti contoh, ganti rugi karet permintaan warga Rp 10.000,00/kg, sedangkan Medco menawar dengan harga Rp 1.500,00 /kg, lalu dilanjutkan dengan negosiasi lagi dan alhasil jadi 6000/kg untuk karet yang terkena minyak mentah dari pipa Medco tersebut,” ungkap politisi senior di kabupaten PALI itu.

Baca Juga :  Bekas Limbah Minyak PT Medco Cemari Lingkungan

Sementara, untuk ganti rugi tanam tumbuh, Soemarjono menegaskan untuk merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 40 tahun 2017.

“Untuk pelaksanaan persetujuan (dari pihak Medco) tanggal 19 Febuari nanti, pelaksanaan pembayaran tanggal 26 Febuari 2018, jika manajemen perusahaan menyetujui, jika tidak maka akan berlanjut lagi,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Suka Maju, Rudini, menerangkan bahwa hal ini merupakan keteledoran pihak perusahaan yang mana pipa korosi tersebut terletak di KM 62 jalur tranfer Medco, dan tepat berada di atas kolam rendaman getah warganya.

“Kalau untuk lokasi itu merupakan kolam ikan dan tempat rendaman getah warga, jadi untuk hasil getah direndam di dalam kolam tersebut, jumlahnya sebanyak 642 keping getah karet siap jual. Nah di sini warga meminta ganti rugi sebesar Rp10.000/kg, dengan asumsi per kepingnya seberat 50 kg. Namun, pihak perusahaan menawar dengan harga yang tidak sesuai, makanya kami meminta dimediasi oleh dewan melalui komisi II,” jelas Kades.

Baca Juga :  Kunto Hartono Kirimkan Berkas Pemecahan Rekor Dunia

Sementara, pihak Medco E&P, melalui Governman Relation Indonesia West Asset, Yulianto, pihaknya akan mengajukan hasil rapat tersebut kepada manajemennya terlebidahulu.

“Medco tetap bertanggujawab, sesuai dengan aturan yang berlaku dan nantinya kita akan ajukan terlebih dahulu mengajukan pada manajemen. Misal disetujui kita langsung tindak lanjuti pada masyarakat. Karena ada permintaan yang sudah disepakati manajemen itu melebihi, maka kita ajukan lagi hasil rapat ini,” ungkapnya.

Disinggung lambannya ganti rugi yang dilakukan oleh pihak perusahaan, Yulianto berkilah, dan pihaknya sejak awal sudah melakukan negosiasi namun hanya melalui surat-menyurat.

“Sebenarnya kita (Medco, red) bukannya lamban, namun selama ini kita hanya berhubungan dengan warga yang diwakilkan Kades melalui surat-menyurat, tujuannya untuk menghindari konfrontasi antara kedua pihak. Dan terakhir kita kirimkan surat pada Januari lalu, dan hasilnya membawa kita pada pertemuan dengan Dewan,” tutupnya. (adj)

Baca Juga

Sandiaga Kalah Telak Lawan Menteri Susi di Danau Sunter

Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno kalah telak lawan Menteri Kelautan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *