Home / Headline / Siswa PSHT Meninggal Setelah Latihan, Diduga Alami Kekerasan Fisik
Ilustrasi.

Siswa PSHT Meninggal Setelah Latihan, Diduga Alami Kekerasan Fisik

Martapura, Sumselupdate.com – Ahmad Sobirin (17), pelajar yang tinggal di Desa Campang Tiga Ilir, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur dan juga merupakan siswa pencak silat PSHT meregang nyawa di Puskesmas Cempaka pada, Sabtu (9/6) malam.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas setempat akibat pingsan setelah diduga menjalani pelatihan dan uji fisik di malam tersebut.

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya melalui Kapolsek Cempaka Iptu Sumartono SE menjelaskan, bahwa korban sebelumnya sempat menerima tendangan dari senior atau pelatihnya sebelum tak sadarkan diri.

“Jadi pada Sabtu sekira jam 22.30 di lapangan Desa Campang Tiga Ilir korban melaksanakan giat pencak silat Setia Hati Terate, yang mana saat diuji fisik oleh para senior/pelatih dan dari keterangan para saksi korban beberapa kali menerima tendangan dari beberapa senior/pelatih pada saat kuda-kuda menahan pernapasan,” jelasnya.

Kemudian, selanjutnya salah seorang senior berinisial RJ (18) yang terakhir melakukan tendangan ke arah perut korban dengan cara korban bersiap pasang kuda-kuda dengan menahan pernapasan dan pelatih RJ melakukan tendangan dengan kaki kanan sebanyak satu kali ke arah perut korban.

Lalu korban terjatuh dan bangkit kembali, tak berlangsung lama korbanpun tumbang hingga tak sadarkan diri dan setelah itu korban dilarikan ke Puskesmas Cempaka untuk diberikan pertolongan, akan tetapi nyawa korban tidak tertolong lagi.

Kemudian korban dirujuk ke Rumah Sakit Kayuagung OKI untuk memastikan keadaannya, namun sesampainya di rumah sakit dipastikan korban telah meninggal dunia. “Sejauh ini kita sudah memeriksa beberapa saksi dan melakukan gelar perkara termasuk visum,” tandasnya.

Sedangkan RJ sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka sebagiamana dimaksud dalam Pasal 359 KUHP Jo Pasal 351 ayat (3) Jo Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

“Karena dia yang terakhir melakukan tendangan ke perut korban. Untuk yang lain ada beberapa orang statusnya masih saksi dan masih kita dalami dulu,” paparnya.

Sementara Ocha, sepupu korban saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon sangat menyesalkan kejadian tersebut dan berharap pihak kepolisian mengusut kejadian ini hingga tuntas.

“Kami betul-betul tidak menyangka kejadian ini menimpa adik kami. Kami harap polisi segera mengusut kasus ini dan menghukum pelaku penganiayaan adik kami sesuai hukum yang berlaku, agar tidak terjadi lagi kejadian seperti ini ke depan,” harapnya. (mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.