Home / Headline / Selain Berbuntut Keributan Melibatkan Anak Wabup, Kejuaraan Basket di Baturaja Juga Tak Berizin
Ilustrasi

Selain Berbuntut Keributan Melibatkan Anak Wabup, Kejuaraan Basket di Baturaja Juga Tak Berizin

Baturaja, Sumselupdate.com – Kejuaraan basket antar pelajar se-OKU Raya yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Baturaja sejak beberapa hari lalu kini terpaksa dihentikan kepolisian setempat.

Penyebabnya, tidak lain adanya keributan pasca pertandingan antara SMAN 5 Baturaja dan SMAN 2 Tanzania OKU pada Kamis (21/12) yang melibatkan anak bungsu Wakil Bupati OKU Drs Johan Anuar dengan salah satu oknum guru honorer olahraga SMAN 2.

Tidak hanya itu, diketahui kegiatan tersebut juga tak ada pemberitahuan atau izin dari kepolisian atas keamanan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Kepala SMAN 2 OKU Agus Sudiana, salah satu sekolah yang jadi peserta perlombaan tersebut, mengaku sangat menyayangkan kurangnya persiapan pihak penyelenggara sehingga terjadi keributan melibatkan anak buahnya di akhir laga tersebut. “Kalau panitianya siap tidak mungkin ada keributan,” kata Agus, saat dihubungi, Jumat (22/12/2017).

Baca Juga :  Laporkan Jika Terjadi Pungutan Liar

Pihaknya kata dia, sebagai peserta, tidak mungkin mengurusi atau menanyakan kegiatan itu legal atau tidak, bahkan sampai menanyakan apakah ada izin ke pantia yang menyelenggarakan.

“Bukanya sombong, seperti diketahui kalau olahraga siswa kami jadi andalan di beberapa kejuaraan, bahkan mewakili OKU ke tingkat lain. Jadi kejuaraan seperti itu bukan yang pertama kita terlibat. Sekedar saran saja, kalau memang kejuaraan, panitia harus siap dengan berbagai hal, apalagi melibatkan suporter banyak,” tegas Agus.

Sementara itu Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandri, melalui Kabag OPS Kompol Yuzkar Effendi, saat dihubungi membenarkan jika kegiatan tersebut tidak ada izin. “Kegiatannya sudah dihentikan, Dispora juga berhentikan lomba basket se- OKU Raya itu,” tegas Yuzkar.

Baca Juga :  2 Tahun Mandek, Korban Pengeroyokan Tanyakan Perkembangan Kasus

Lebih tegas kata Yuzkar, memang sudah ada pemberitahuan, tapi karena sifatnya OKU Raya, maka izin dan pemberitahuan harus langsung ke Polda. Apalagi kegiatan melibatkan pelajar dan banyak suporter. “Empat hari lalu sudah saya tanya lagi, pihak penyelengara mengatakan biar saja pantia mengamankan, kan ini tidak baik,” imbuhnya.

Oleh karena itu,  Polres OKU, kata dia langsung memberhentikan paksa kegiatan di GOR Baturaja tersebut dengan berbagai pertimbangan yang ada serta demi keamanan.

Sementara itu, Ketua KONI OKU Edi Jaya juga membantah jika kegiatan kejuaraan antara pelajar itu merupakan kegiatan yang dilaksanakan pihaknya, “Kejuaraan itu bukan KONI yang mengadakan, itu dari Palembang,” timpalnya. (wid)

Baca Juga

Bangun Infrastruktur, Utang Luar Negeri Indonesia Naik 10,1 Persen di Akhir 2017

Jakarta, Sumselupdate.com – Bank Indonesia ( BI) melaporkan, utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal IV …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *