Home / Headline / Sejumlah Tokoh Agama OKU Serukan Tolak Kampanye Politik di Tempat Ibadah
Umat Budha Baturaja Vihara Bodhijaya dalam akun instagram Humas Polres OKU yang menolak kampanye di rumah ibadah.

Sejumlah Tokoh Agama OKU Serukan Tolak Kampanye Politik di Tempat Ibadah

Baturaja, Sumselupdate. com – Menjelang hari pencoblosan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, sejumlah pasangan calon mulai gencar berkampanye di sejumlah tempat, mulai dari kampanye dialogis maupun melalui orasi politik.

Terkait dengan hal itu, untuk menghindari gesekan dan konflik sosial, sejumlah tokoh agama dan pengurus rumah ibadah mulai menyerukan untuk menolak kampanye politik di tempat ibadah dalam bentuk kegiatan apapun.

Seperti yang beredar di media sosial saat ini, sejumlah tempat ibadah mulai menyatakan menolak kampanye tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh umat Budha Baturaja Vihara Bodhijaya dalam akun instagram Humas Polres OKU yang menolak kampanye di rumah ibadah.

Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari melalui Paur Humas Ipda Yulia Fitri, SSos mengungkapkan, terdapat sejumlah tempat ibadah yang membuat pernyataan sikap untuk menolak segala bentuk kampanye politik di tempat ibadah.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan gesekan antar- masyarakat pendukung.

“Memang sudah ada beberapa tempat ibadah yang menyatakan sikap untuk menolak kampanye di tempat ibadah ini. Hal ini tidak salah karena jika terjadi maka bisa dipastikan akan menimbulkan gesekan dan konflik sosial antar masyarakat pendukung masing-masing calon,” kata Yulia.

Selain itu, Yulia menambahkan, pihaknya berharap dalam pemilihan kepala daerah ini masyarakat tidak terprovokasi dengan berita palsu dan ujaran kebencian.

Menurut dia, suatu kebanggaan tersendiri jika masyarakat mulai tidak terprovokasi dan pilkada tahun 2018 ini dapat berjalan dengan aman, lancar, jujur, dan adil.

“Masyarakat jangan sampai terpancing dengan berita yang tak jelas sumbernya. Penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat yang tidak terprovokasi berita hoax di tahun pemilihan kepala daerah tahun 2018 ini,” pungkasnya. (wid)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.