Home / Headline / Pulang dari Sosialisasi Dana BOS, Kepsek dan Bendahara Tewas, Ini Penyebabnya…
Ilustrasi Lakalantas

Pulang dari Sosialisasi Dana BOS, Kepsek dan Bendahara Tewas, Ini Penyebabnya…

Muarabeliti, Sumselupdate.comPulang dari mengikuti sosialisasi dana BOS di Dinas Pendidikan Mura, Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri Pian Raya, Sahat Simanungkalit (55) bersama bendaharanya, Mus Mulyadi (35) tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Selasa (13/6/2017).

Keduanya tewas setelah sepeda motor Honda Supra X warna hitam yang dikendarai ditabrak mobil Izuzu Panther. Sahat Simanungkalit tewas dengan luka di bagian kaki nyaris putus dan luka-luka di bagian badan dan kepala.

Sedangkan Mus Mulyadi tewas dengan kondisi mengalami luka dibagian dada dan kepala. Peristiwa berdarah tersebut terjadi jalan provinsi Desa Seriang,‎ Kecamatan‎ Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Informasi dihimpun kejadian bermula saat keduanya hendak pulang menuju Desa Pian Raya menggunakan sepeda motor honda Supra X warna hitam usai menghadiri rapat sosialisasi dana Bos di Dinas Pendidikan Kabupaten Mura.

Sesampainya di Desa Seriang ‎tepatnya di tikungan  dekat Kantor Camat Tuah Negeri keduanya berpapasan dengan mobil jenis Isuzu panter warna putih dengan nomor polisi (Nopol) BG 9368 MQ yang datang dari arah kecamatan Muara Kelingi.

Baca Juga :  Demi Ikut UN, Martin Rela Lakukan Ini

Diduga karena mobil tersebut menga‎mbil jalur terlalu tengah menyebabkan keduanya kaget dan mobil tersebut menabrak motor keduanya hingga hancur dan ringsek. Keduanya pun langsung terkapar di tempat dan meninggal dunia.

Sahabat korban yakni, Rohaya (47) mengaku sangat terkejut mendengar Sahat meninggal dunia. Ia mendapat kabar jika Sahat  kecelakaan dibawa menuju Rumah Sakit Sobirin Lubuklinggau. Namun alangkah terkejutnya dirinya ketika melihat Sahat sudah terbujur kaku.‎

“Ketika masuk lihat dia sudah meninggal. Kakinya nyaris putus dan penuh luka-luka, saya langsung shock pergi keluar,” ujarnya.

Menurutnya, ‎sepekan lalu Sahat sempat menelponnya mau menawarkan jabatan  kepala sekolah kepada dirinya. Saat itu Sahat beralasan sudah lelah jadi kepala sekolah. Ingin kembali menjadi guru biasa lagi.

Namun Rohaya yang sudah berpindah mengajar di Taba Tengah Kecamatan Selangit menolak karena  jabatan sebagai kepala sekolah ‎bukan jabatan main-main penuh dengan resiko. Setidak-tidaknya kata Rohaya kepala sekolah itu harus disiplin tinggi.

Baca Juga :  Alami Kecelakaan, Ketua Komisi I DPRD OKU Jadi Perbincangan di Medsos

“Dia memang orang yang disiplin tinggi. Waktu masih sama-sama mengajar dulu. Dia paling rajin dan selalu mengajar dengan baik. Walaupun dia orang pendatang yang berasal dari medan,” ucapnya.

Sementara itu Kepala SDN Harapan Makmur SP 9 HTI, Iswandi (53) yang  juga sahabat Sahat tidak menyangka jika sahabat karibnya tersebut akan pergi secepat itu, pasalnya saat bertemu di Disdik Mura usai rapat sahat terlihat sehat sama seperti bertemu sebelumnya.

“Tidak ada tanda kalau dia (Sahat) akan mengalami nasib naas seperti itu. Tadi ketemu sebelum pulang kita sempat cerita-cerita tentang kerjaaan, habis itu kita pisah karena saya ada urusan, dia juga ada urusan lain,” ujarnya. (ain)

Baca Juga

Kontingen Palembang Memimpin Perolehan Medali, Muba Membayangi

Palembang, Sumselupdate.com – Memasuki hari kedua Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Sumatera Selatan (Sumsel), kontingen …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *