Home / Headline / Polisi Bongkar Praktek Aborsi

Polisi Bongkar Praktek Aborsi

Palembang, Sumselupdate.com – Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Polda Sumsel berhasil mengungkap praktek dokter yang membuka jasa layanan aborsi disebuah Yayasan praktek dokter bersama di Jalan Jenderal Sudirman, Palembang Rabu (6/12/2017) sekitar pukul 18:00 WIB.

Dalam pengungkapan ini petugas mengamankan satu oknum dokter berinisial WG (70) dan NM (24) mahasiswa yang diduga akan melakukan aborsi janin serta 1 lembar surat pendaftaran/ kontrol berobat, 3 botol besar obat suntik yang sudah dipakai, 1 botol sedang obat suntik yang sudah habis dipakai, 1 botol kecil obat suntik yang sudah habis dipakai, 1 buah bungkus obat suntik yang sudah terbuka, 3 butir pil berwarna putih dan satu buah tong sampah yang didalamnya ditemukan botol obat suntik yang sudah dipakai habis.

Baca Juga :  Hari Ini Kontingen SEA Games Perebutkan 21 Medali Emas

Kasubdit IV Renakta Ditreskrium Polda Sumsel AKBP Suwandi Prihantoro membenarkan adanya satu oknum dokter umum dan seorang perempuan yang diduga melakukan praktek aborsi disebuah Yayasan praktek dokter bersama di Jalan Jenderal Sudirman, Palembang.

Penggerebekan ini berawal saat petugas mendapatkan informasi bahwa salah seorang oknum dokter diduga melakukan praktek aborsi.

“Dan setelah mendapatkan informasi tersebut kemudian Rabu (6/12/2017) sekira pukul 18.00 wib anggota Subdit IV melakukan pengecekan ke TKP. Saat berada di TKP petugas menemukan seorang perempuan inisial NM alias Mia yang berada didalam ruang praktek dokter. Dan juga ditemukan beberapa obat-obat dan peralatan medis yang diduga digunakan melakukan praktek aborsi tersebut,” jelasnya, Kamis (7/12/2017).

Baca Juga :  Cerita Duit Suap Patrialis untuk Liburan ke Singapura & Umrah

Berdasarkan hasil intrograsi sementara NM perempuan yang diamankan membenarkan kalau dirinya datang ketempat dokter tersebut untuk melakukan aborsi sebelum dilakukan aborsi NM perempuan telah diberi beberapa obat untuk penghancur janin namun obat tersebut belum berkhasiat dan kemudian dokter berencana untuk melakukan penyuntikan terhadap perempuan tersebut.

“Dari hasil penelusuran sementara dokter tersebut sudah melakukan praktek aborsi di tempatnya sekitar enam sampai tujuh tahunan, untuk keduanya kita jerat dengan pasal 77 a ayat 1 UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman sepuluh tahun penjara dan denda satu miliar rupiah,” kata dia. (tra)

Baca Juga

Rapat Raperda Pesta Rakyat Menjadi Perdebatan

Sekayu, Sumselupdate.com – Rapat Pesta Rakyat di Ruang Banmus DPRD Muba yang dimotori oleh Pansus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *