Home / Headline / Perselisihan Dua Desa Ini Murni Hal Pribadi

Perselisihan Dua Desa Ini Murni Hal Pribadi

Baturaja, Sumselupdate.com – Perselisihan antar Desa Kedondong dan Desa Belimbing Kecamatan Peninjauan kabupaten Ogan Komering Ulu (OKO), beberapa waktu lalu murni hal pribadi, bukan golongan.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Peninjauan AKP Rachmad Haji yang menegaskan, perselisihan tersebut adalah murni hal pribadi bukan antar desa. “Kedua belah pihak ini berlainan desa, yang bertetangga, bukan perselisihan antar desa, diharapkan dengan adanya mediasi ini, akan segera selesai,” kata Rachmad Haji, saat menggelar mediasi perselisihan antara oknum Perangkat Desa Kedondong dengan masyarakat Desa Belimbing yang terjadi pada Sabtu malam (31/12/2018) di sebuah acara organ tunggal.

Dia menghimbau kepada masyarakat di dua desa agar tetap melaksanakan aktifitas seperti biasanya,”warga tidak perlu khawatir, sebab ini murni permasalahan pribadi bukan perselisan antar desa,” harapnya.

Baca Juga :  Dewan Sumsel Ancam Tutup Perusahaan Tak Taat Pajak

Perdamian perselisihan inj selain melubatkan kedua desa juga dimediasi unsur Muspika Kecamatan Peninjauan Kabupaten OKU.

“Langkah yang diambil Unsur Muspika mencari solusi untuk melakukan perdamaian kedua belah pihak bersama perangkat desa Kedondong dan Belimbing, agar permasalahan tersebut di selesaikan secara kekeluargaan,”kata Camat Peninjauan Feri Iswan dihubungi Jumat (5/1/2018).

Acara yang dimotori oleh Pemerintah Kecamatan, di hadiri oleh Camat Peninjauan, Kapolsek, Danramil Kades Kedondong dan perangkat, Kades Belimbing dan Perangkat, sera BPD akhirnya menyatukan kata sepakat untuk berdamai.

‘Kesrpakatan damai antara kedua belah pihak di tuangkan dalam berita acara yang di tanda tangani oleh masing-masing pihak, juga unsur muspika, terang Feri Iswan.

Baca Juga :  Palsukan Dokumen, Ratusan Kayu Balok Ilegal Disita

Perdamaian antara desa Belimbing dan Kedondong dengan hasil kesepakatan sebagai berikut :

1. Para pihak yang bersengketa sepakat berdamai dan memgakui kesalahfahaman masing-masing serta saling memaafkan.

2. Kedua belah pihak berjanji dan menjamin tidak akan melakukan tindakan yang merugikan kedua belah pihak akibat perselisihan ini dan berjani perselisihan ini tidak akan terulang kembali.

3. Terkait tepung tawar kedua belah pihak sepakat akan ditindaklanjuti secara kekeluargaan dengan menjunjung tinggi kearifan budaya lokal.

4. Apabila kedua belah pihak melanggar perjanjian ini akan diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. (wid)

Baca Juga

Kemenpan-RB Akomodir Honorer K2 di Penerimaan CPNS, Tapi…

Tomohon, Sumselupdate.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengatakan, honorer K2 pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *