Home / Headline / Penyuap Patrialis Diduga Tersangkut Kasus Impor Daging Ilegal
Patrialis Akbar

Penyuap Patrialis Diduga Tersangkut Kasus Impor Daging Ilegal

Jakarta, Sumselupdate.com – Sebelum tersangkut kasus suap eks hakim konstitusi Patrialis Akbar, terdakwa Basuki Hariman diduga terlibat kasus impor daging di Bea Cukai. Basuki terindikasi terlibat penyelundupan 7 kontainer daging melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

“Bahwa berdasarkan pengaduan masyarakat, pada 28 Maret 2016 diketahui adanya kasus penyelundupan 7 kontainer daging yang sudah dikeluarkan dari Pelabuhan Tanjung Priok ke suatu gudang importir di Cileungsi Bogor,” kata Jaksa KPK Lie Putra Setiawan saat sidang tuntutan terdakwa Basuki Hariman di PN Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017) seperti dikutip dari detikcom.

Lie menyebut saat ini gudang yang berada di Cileungsi itu telah disegel Bea Cukai. Hanya saja, hingga saat ini belum dilakukan pemeriksaan terkait kasus impor daging ilegal tersebut.

“Saat ini disegel oleh Bea Cukai, namun belum dilakukan pemeriksaan karena menunggu situasi tenang yang selanjutnya akan dilepas sehubungan sudah 86 oleh oknum bea Cukai yang berkolusi dengan importir bernama Basuki,” urai Lie.

Baca Juga :  KPK Kembali Periksa 4 Tersangka Suap Patrialis Akbar

Hal itu disampaikan jaksa dalam pembacaan tuntutan untuk merespons surat keberatan yang dikirimkan tim penasehat hukum Basuki pada 24 Juli 2017. Jaksa menjelaskan pihaknya sudah memproses pengaduan terkait impor daging tersebut dengan mengeluarkan Sprin.Lidik-26/01/04/2016 tanggal 11 April 2016.

“Bahwa dikarenakan diduga keras adanya keterlibatan Basuki Hariman (selaku pemberi) maka sejak tanggal 29 April 2016 dilakukan penyadapan atas diri yang bersangkutan sebagaimana Sprin.Dap-455/01/22/04/2016 tanggal 29 April 2016,” jelasnya.

Berdasarkan surat perintah penyelidikan yang sama, KPK kemudian juga menyadap Kamaludin. Kamaludin merupakan rekan kerja Basuki di perusahaan Spekta Selaras Bumi.

Dalam perjalanan penyadapan tersebut, KPK malah menemukan adanya tindak pidana korupsi yang melibatkan eks hakim konstitusi Patrialis Akbar. Dalam penyelidikan itu Basuki dan Kamaludin diketahui berencana menyuap Patrialis terkait permohonan uji materi UU no 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Baca Juga :  Dapat Suntikan Dana Rp7,5 Miliar, Sriwijaya FC Akan Manfaatkan Sesuai Kebutuhan

“Berdasarkan hasil penyadapan mereka berdua ternyata diketahui adanya perbuatan lain yang diduga merupakan tindak pidana korupsi yaitu rencana penyuapan terkait judicial review atas UU no 41 tahun 2014 di MK yang akan dilakukan Basuki Hariman kepada Patrialis Akbar melalui Kamaludin,” urai Lie.

Akhirnya pada 7 Oktober 2016 KPk mengeluarkan sprin lidik-76/01/10/2016 dan per 12 Oktober 2016 mulai melakukan penyadapan atas diri Patrialis Akbar. Lie menyebut penyadapan ini sebagai hal yang tidak bisa dicegah.

“Dalam penyadapan tidak dapat dicegah pihak lain ikut tersadap (namun terbatas dan semata-mata) dikarenakan menghubungi atau dihubungi oleh nomor telepon pihak yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dan sedang disadap,” ucap Lie. (adm3)

Baca Juga

Kontingen Palembang Memimpin Perolehan Medali, Muba Membayangi

Palembang, Sumselupdate.com – Memasuki hari kedua Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Sumatera Selatan (Sumsel), kontingen …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *