Home / Headline / Pengakuan Bupati Tulungagung Sebelum Serahkan Diri ke KPK: Kita Galau

Pengakuan Bupati Tulungagung Sebelum Serahkan Diri ke KPK: Kita Galau

Jakarta, Sumselupdate.com – Bupati Tulungagung Syahri Mulyo yang menjadi tersangka kasus dugaan suap proyek peningkatan jalan di Pemkab Tulungagung, Jawa Timur menyerahkan diri ke KPK, Sabtu (9/6) malam.

Selama kurang lebih tujuh jam diperiksa penyidik KPK, Bupati Tulungagung yang sudah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye, mengaku tak berniat melarikan diri dari OTT yang dilakukan tim Satgas KPK pada 7 Juni 2018. Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, pada saat OTT dirinya tak ada di rumah.

“Memang ketika ada operasi OTT itu posisi saya itu tidak di tempat, posisi saya ketika OTT sedang dengan keluarga, karena hari raya, di jalan itu lah, kok ada berita, katanya ada OTT,” ujar Bupat Syahri usai diperiksa di Gedung KPK pasca menyerahkan diri, Minggu (10/6/2018) dinihari.

Bupati Syahri mengaku, menyerahkan diri ke penyidik KPK atas inisiatif sendiri. Terkait lambannya dia menyerahkan diri ke KPK lantaran mengaku tidak tahu hendak berbuat apa.

“Kita di sini tidak ada kemudian menghilang, ya kita di sini. Tapi kalau kemudian waktu terulur, kita galau, wajar, karena ya memang belum pernah mengalami seperti ini,” katanya seperti dikutip dari liputan6.com.

Sebelumnya, Bupati Syahri Mulyo sempat lolos dari operasi tangkap tangan Tim Satgas KPK yang digelar di Blitar dan Tulungagung pada 7 Juni. Kini Bupati Tulungagung akan ditahan penyidik KPK selama 20 hari pertama.

“SM, Bupati Tulungagung ditahan 20 hari pertama di Rutan Polres Jakarta Timur,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Menurut Febri, lembaga antirasuah menghargai langkah yang diambil Bupati Tulungagung, menyerahkan diri ke KPK.

“Sikap kooperatif terhadap proses hukum tentu akan berimplikasi lebih baik bagi tersangka, ataupun proses penanganan perkara itu sendiri,” lanjut Febri.

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo ditetapkan sebagai tersangka bersama Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Sutrisno (SUT), dan dua pihak swasta, Agung Prayitno (AP) dan Susilo Prabowo (SP).

Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembangunan peningkatan jalan pada Dinas PUPR kabupaten Tulungagung. Diduga pemberian dari Susilo kepada Bupati Tulungagung sebesar Rp 1 miliar.

Uang Rp1 miliar itu merupakan pemberian ketiga. Sebelumnya Bupati Tulungagung sudah menerima Rp500 juta, dan Rp1 miliar. Total peneriman uang kepada Bupati Tulungangung Rp2,5 miliar. (pto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.