Home / Headline / Pencarian Berakhir, 11 Penumpang KM Awet Muda Ditemukan Meninggal Dunia
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memaparkan hasil pencarian korban KM Awet Muda.

Pencarian Berakhir, 11 Penumpang KM Awet Muda Ditemukan Meninggal Dunia

Palembang, Sumslupdate.com – Setelah tiga hari melakukan pencarian penumpang kapal motor Awet Muda, akhirnya tim berhasil menemukan semua korban. Dari 55 penumpang speedboat itu, diketahui 13 diantaranya ditemukan meninggal dunia.

Pada Rabu (3/1) dua orang penumpang sudah lebih dulu ditemukan yang diketahui yakni Margono (37) dan anaknya Bunga (9). Kemudian hingga Jumat (5/1/2018), 11 korban yang awalnya hilang sudah ditemukan dalam kondisi mengapung dan meninggal dunia.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, proses pencarian korban kecelakaaan speedboat Awet Muda yang terjadi pada 3 Januari pukul 18.00 itu dilakukan tim gabungan Basarnas, Polda, Polres Banyuasin dan dibantu masyarakat setempat.

Pencarian membuahkan hasil, hingga hari ini semua korban yang menghilang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. “Semua korban yang berhasil ditemukan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dicocokkan datanya,” kata Zulkarnain.

Ia menerangkan kecelakaan yang terjadi pada Rabu sudah ditemukan 2 korban atas nama Mulyono dan Bunga. Dan hingga hari ini, 11 penumpang yang hilang sebelumnya sudah ditemukan dengan lokasi tak jauh dari tempat kejadian di perairan Tanjung Serai, Banyuasin.

“Dari 11 korban ini, baru ada 2 orang penumpang yang teridentifikasi. Yakni Suhendri (31 tahun), melalui kecocokan primer dan sekunder data antemortem dan setelah meninggal. Sidik jari e-ktp juga atas nama Suhendri. Selain itu ditemukan juga cincin di jari manis kiri berwarna keemasan dimana juga menempel batu cincin berwarna biru bentuk segi empat. Korban mengenakan kemeja garis-garis,” ungkap dia.

Sementara untuk satu orang penumpang lain yakni Sofiah Irwandi. Teridentifikasi dari sidik jari dan e-KTP serta SIM card handphone yang masih melekat di bajunya. Untuk 9 penumpang lainnya, masih akan melalui proses pemeriksaan primer dan sekunder di RS Bhayangkara Palembang.

Diupayakan maksimal dalam waktu 1 hari ini pemeriksaan selesai dan korban dapat diidentifikasi sehingga bisa diserahkan kepada keluarga korban. “Secepatnya diidentifikasi akan kami umumkan. Sekarang masih dalam proses identifikasi dan visum,” kata dia.

Untuk pengenalan dan kecocokan korban memerlukan waktu yang cukup panjang, karena saat ini kondisi korban sudah sulit dikenali. Rata-rata wajah korban sudah hancur, dimakan hewan air.

Ia mengungkapkan, berdasar informasi dari para penumpang yang selamat, mereka menyelamatkan diri setelah berpegangan di dirijen minyak yang mengapung. Juga ada sebagian penumpang yang berenang hingga ke tepi sungai.

Dari kejadian itu, serang speedboat Adi (26) berhasil kabur. Hanya saja kepolisian tetap akan mengejar hingga serang ditangkap. “Kernet serang sudah diamankan. Kita akan terus mengejar serang-nya. Kami akan meminta pertanggungjawaban dari serang tersebut karena dinilai lalai,” kata dia.

Lalai yang dimaksud yakni tidak melengkapi alat keselamatan, serta mengendarai dengan kecepatan yang tidak seharusnya. Terkait dengan kapasitas speedboat sendiri, sejauh ini masih standar. Karena kapasitas speedboat yakni 70-80 orang penumpang, dan kali ini speedboat diisi oleh 55 orang.

“Kapasitas tidak melebihi. Tapi berdasar informasi penumpang selamat, serang membawa speedboat dengan terlalu cepat, juga tak melengkapi penumpang dengan jaket pelampung,” ungkapnya.

Ditambahkan Kepala Kantor SAR Palembang, Toto Multono mengatakan, pihaknya telah melakukan pencarian korban selama 3 hari. “Kami fokus di radius 2 kilometer dari lokasi kejadian. Dan kami menemukan jenazah korban sudah mengapung pada Kamis dan Jumat di radius sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian,” kata dia.

Dari kejadian tersebut, sejumlah bantuan sudah berdatangan untuk para keluarga korban. Jasa Raharja memberikan santunan Rp50 juta per orang dan Kementerian Sosial memberikan bantuan santunan Rp15 juta per orang. (tra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.