Jumat , Mei 25 2018
Home / News / Sumselsiana / Pemkab PALI Bantu Pengobatan Tukinah, Dinkes Jamin Tak Ada Lagi Penolakan Pasien
Wabup PALI membantu mengantar Tukinah ke RSUD PALI.

Pemkab PALI Bantu Pengobatan Tukinah, Dinkes Jamin Tak Ada Lagi Penolakan Pasien

PALI, Sumselupdate.com – Kemiskinan kerap menjadi penyebab penderitaan warga menahan rasa sakit bertahun-tahun, bahkan akibat dibiarkan penyakitnya kian hari bertambah parah. Seperti dialami Tukinah (70), warga Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI yang terpaksa menahan sakit dalam kurun waktu cukup lama.

Namun, derita Nenek Tukinah akhirnya berakhir dan kini nenek kelahiran  Sleman itu mendapatkan pelayanan medis yang layak dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) PALI setelah Wakil Bupati Ferdian Andreas Lacony dan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI mengetahui kesusahan nenek tersebut dan membawanya ke RSUD PALI.

Dari keterangan Suratno (45), anak dari nenek Tukinah bahwa sakit yang diderita Ibunya sudah berlangsung lama,namun penyakit yang menurut diagnosa dokter adalah tumor ganas yang bersarang di rahimnya menyebabkan perut ibunya membengkak.

“Sudah pernah ke Puskesmas, bahkan sudah pernah dirujuk ke RSUD PALI kemudian dirujuk kembali ke RSUD Muara Enim, tetapi entah kenapa rumah sakit Muara Enim menolak, kemudian kami putuskan pulang dan mengobati Ibu dengan obat seadanya karena ketiadaan biaya,” kata Suratno, Rabu (21/3).

Baca Juga :  Camat Penukal: Lahan Sengketa PT Aburahmi dan Warga Status Quo

Diakui Suratno bahwa dalam dua bulan terakhir ini penyakit ibunya kian parah mengakibatkan Tukinah tidak bisa beraktivitas. Tetapi beruntung, kesulitan keluarga Suratno terdengar Wabup dan Dinkes PALI, kemudian Tukinah dibawa ke RSUD selanjutnya diberikan pelayanan medis. “Alhamdulillah sekarang kami bisa sedikit lega, lantaran ibu kembali dirawat,” ucap Suratno.

Sementara itu, Wabup PALI menyatakan bahwa pemerintah tengah berupaya menanggulangi persoalan-persoalan seperti yang dialami nenek Tukinah. Dan alasan yang paling menonjol kenapa masyarakat enggan berobat ke rumah sakit padahal gratis adalah ketiadaan biaya ketika menunggu pasien saat dirawat di rumah sakit.

Baca Juga :  Warga PALI Sayangkan Baliho Apriyadi Masih Bertebaran

Untuk itu, Wabup menjelaskan bahwa Dinkes selain melalukan program Dokter Masuk Desa (DMD) juga menyediakan rumah tunggu disekitar rumah sakit, diperuntukkan bagi keluarga pasien yang ingin beristirahat.  “Saya perintahkan juga Dinkes menyediakan fasilitas lain,seperti menyediakan makanan bagi keluarga pasien,” jelas Wabup, saat dijumpai di RSUD PALI.

Terpisah, dr H.Muzakir Kepala Dinkes PALI menjamin bahwa pasien Tukinah bakal dibiayai melalui Jamkesmas asalkan ada KTP dan KK. Serta pihaknya menjamin tidak akan terulang kembali ditolaknya pasien oleh pihak rumah sakit di Muaraenim.

“Saya sudah hubungi pihak rumah sakit Muaraenim dan mereka meminta maaf terkait penolakan terhadap pasien nenek Tukinah. Untuk kedepan insyaallah tidak akan terulang lagi,apabila pasien tersebut dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar,” tandasnya. (adj)

Baca Juga

Dibangunkan Sahur di Hotel Tak Bangun-Bangun, Ternyata Begini Kondisi Perwira Polisi Ini..

Palembang, Sumselupdate.com – Kabag Ren Polres Prabumulih, Kompol Djoko Sumarjono (54) ditemukan tidak bernyawa dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *