Home / Headline / Patrialis Akbar dan Dua Penyuap Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka
Hakim konstitusi Patrialis Akbar

Patrialis Akbar dan Dua Penyuap Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Jakarta, Sumselupdate.com – KPK menangkap hakim konstitusi Patrialis Akbar terkait dugaan suap gugatan UU Peternakan dan Kesehatan Hewan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam kasus suap ini KPK telah menetapkan 4 orang menjadi tersangka. Mereka yang dijadikan tersangka adalah Patrialis Akbar dan Kamaludin (KM) selaku penerima suap. KM merupakan perantara dalam kasus ini.

Selain itu ada 2 orang lagi jadi tersangka yaitu Basuki Hariman (BHR) dan NG Feni (NJF) merupakan sekretaris dari BHR.

“PAK (Patrialis) dan KM selaku penerima suap dikenakan pasal 12 huruf C atau pasal 11 UU Tipikor,” ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta seperti dilansir detikcom, Kamis (26/1/2017).

Sedangkan BHR dan NJF dijadikan tersangka dengan sangkaan pasal 6 dan pasal 13 UU Tipikor juncto pasal 55 KUHP.

Basaria menambahkan, dalam kasus ini KPK menangkap 11 orang dan sudah menetapkan 4 tersangka. 7 orang lainnya masih berstatus saksi.

“7 orang lainnya masih berstatus saksi,” ucapnya.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif sendiri menyebut Basuki Hariman yang menyuap Patrialis Akbar pernah diperiksa KPK pada beberapa tahun lalu.

Saat itu, Basuki diperiksa sebagai saksi berkaitan dengan kasus suap impor daging di Kementerian Pertanian (Kementan) dengan tersangka Luthfi Hasan Ishaaq.

“Pemberi ini memang pernah diperiksa KPK berhubungan dengan impor daging sapi yang dilakukan KPK,” ucap Laode M Syarif.
Syarif pun menegaskan kepada pihak-pihak tertentu yang masih belum kapok berhadapan dengan KPK untuk berhenti melakukan aksinya. Syarif menyebut para pihak itu sudah diperingatkan dan apabila masih belum kapok maka akan ditindak.

“Tolong jangan main lagi dengan komoditi-komoditi penting. Sudah diperingatkan bahkan sudah pernah diperiksa kok malah masih melakukan hal seperti ini. KPK mengingatkan baik swasta maupun penyelenggara negara jangan lagi mencoba melakukan hal yang tidak kooperatif,” ucapnya.

Basuki merupakan pengusaha yang menyuap Patrialis melalui perantara bernama Kamaludin. Uang suap sejumlah USD 20 ribu dan SGD 200 ribu turut disita KPK. Uang itu merupakan pemberian ketiga. (hyd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.