Home / Headline / Pasca-Penemuan Shabu di Bandara SMB II Palembang, Penyidik Polda Tangkap Enam Tersangka di Surabaya
Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara saat menggelar jumpa pers, terkait penangkapan kurir narkoba.

Pasca-Penemuan Shabu di Bandara SMB II Palembang, Penyidik Polda Tangkap Enam Tersangka di Surabaya

Palembang, Sumselupdate.com – Pasca-penemuan narkoba jenis shabu seberat 3,05 kilogram dan 4.950 butir ekstasi di kantor Avsec bandara International Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang oleh petugas Angkasa Pura II beberapa waktu lalu.

Ternyata petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel berhasil menangkap enam orang tersangka masing-masing OK, TR, MH, AH, CS, dan FD di wilayah Surabaya pada tanggal 10 April 2018.

Selain mengamankan enam tersangka petugas juga menyita enam kilogram shabu dari tangan para tersangka yang diduga hasil selundupan dari Palembang.

Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Farman menerangkan, usai penemuan narkoba tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan dan melakukan identifikasi no sations wajah pelaku.

“Saat ditangkap sabu yang ditemukan oleh petugas disimpan salah satu pelaku dengan dililitkan diperut dengan menggunakan stagen,” ujarnya saat gelar perkara, Senin (16/4/2018).

Menurutnya, modus yang digunakan para pelaku merupakan modus lama, bahkan sudah biasa digunakan oleh para kurir untuk meloloskan pemeriksaan saat di bandara.

“Jaringan yang kami tangkap ini jaringan Palembang, Jakarta, Surabaya dengan tujuan pengiriman barang ke Banjarmasin. Untuk dari mana asal barang nya masih didalami. Besar kemungkinan barang ini berasal dari Medan atau pun Pekanbaru,” kata mantan Kapolda Riau ini.

Baca Juga :  Memalukan! Aktivis Antinarkoba Ini Terlibat Pengedaran Sabu

Sedangkan untuk mengelabui penciuman anjing pelacak para pelaku sengaja menggabungkan sabu dan ekstasi dengan kopi sachetan dalam satu bungkus. Tapi upaya para pelaku tidak berhasil hingga akhirnya kedok pelaku terbongkar.

“Narkoba jenis shabu 1,5 kg sengaja ditempel dalam korset lalu tutup dengan pakaian. Tidak hanya itu untuk mengelabui anjing pelacak, sabu peketan itu diberi serbuk kopi. Kalau anjing pelacak tidak mencium. Emang anjingnya dikira goblok apa oleh pelaku ini,”ujarnya.

Dilanjutkan Kapolda, hasil tes labfor menunjukkan berwarna kebiru-biruan pekat. “Bagus sekali, kualitasnya menunjukan ini,” timpalnya.

Sedangkan pengakuan tersangka Oka, seorang warga Surabaya, ia mengirimkan barang atas suruhan Leto. “Saya disuruh Leto (DPO), sekali antar Rp10 Juta pakai korset untuk sepaket 3 kg sabu. Kalau ditambah lagi Rp juta, rencana mau dibawa ke Jakarta,” ungkapnya.

Baca Juga :  BNN Ungkap TPPU Narkoba Rp 6,4 T Jaringan Toge dan Freddy Budiman

Terpisah, seorang pengedar shabu juga atas nama tersangka Dedi alias Dedet (40), seorang buruh. Dedi ditangkap di Jalan PSI Lautan, Lorong Ledukan, RT 35 Ilir, Kecamatan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat 2, pada Selasa (10/4/2018), sekitar pukul 17.30 WIB.

Malam itu petugas kepolisian melakukan penggeledahan di rumah Dedi. Di ruangan tengah ditemukan sebuah bungker, di dalamnya ada sebuah ember cat merek Venilex warna putih.

Di dalam ember tersebut ada sebuah paketan dari bungkus teh merek Guanyiwang warna hijau, tidak lain sabu-sabu seberat 1.034 gram atau 1 kilogram shabu lebih.

Sementara itu, tersangka Dedi mengatakan, sabu seberat satu kilogtam tersebut didapat dari pelaku ET (DPO). Atas tindakannya itu, tersangka Dedi berikut barang bukti lantas digelandang ke Polda Sumsel untuk mempertanggung jawabkan tindakannya.

“Tersangka akan kita jerat dengan pasal 112 ayat 2 KUHP pasal 114 ayat 2 KUHP dan UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman pidana mati, seumur hidup dan minimal 20 tahun,” tandas dia. (tra)

Baca Juga

Ada Soal Porno di UN SMP, Disdik Sumsel Segera Investigasi

Palembang, sumselupdate.com – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan segera melakukan koordinasi terkait dengan soal ujian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *