Home / Headline / Pasca Asian Games, LRT Bakal Dikelola Badan Usaha

Pasca Asian Games, LRT Bakal Dikelola Badan Usaha

Palembang, Sumselupdate.com – Sekretaris Daerah Sumsel H. Nasrun Umar mengungkapkan bahwa setelah pelaksanaan Asian Games 2018, pengelolaan Light Rail Transit (LRT) Sumsel akan diupayakan tidak lagi mengandalkan subsidi melalui APBN, melainkan akan dibentuk badan usaha pengelolanya.

Menurut Nasrun Umar, saat ini sudah di bentuk 4 tim pelaksana yang akan mengerjakan terkait pengelolaan LRT, pertama tim inventarisasi aset, tim bisnis plan, tim kelembagaan dan tim intergrasi antar moda transportasi. Tim tersebut akan segera mulai bekerja dan melaporkan hasil kegiatannya kepada Dirjen Perkeretaapian.

“Yang terpenting, target kita paling tidak sudah bisa memberikan kesimpulan tentang badan pengelola LRT sendiri bentuknya seperti apa. Penekanan saya, pengelolaan LRT Sumsel pada saatnya nanti PT. KAI hanya sebagai operator operasional dan mayoritas pengurusan dan pengelolaannya dikelola Pemprov Sumsel bersama Pemerintah Palembang dan Banyuasin yang mempunyai kepentingan terhadap area itu,” terangnya.

Hal tersebut diungkapkan Nasrun Umar usai mempimpin rapat koordinasi pembahasan pengelolaan aset Kereta Api Ringan / LRT Sumsel pasca Asian Games tahun 2018 serta membahas konsep kajian Transit Oriented Development (TOD) dan Financial Model LRT Sumsel bersama Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Ditjen Perkeretaapian, Kemenhub dan instansi terkait lainnya di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Jumat (23/2/2018).

Paslon Pilwako Lubuklinggau

Nasrun Umar mengatakan, pada rencana jangka pendek dibangunnya LRT untuk persiapan menghadapi Asian Games di Palembang, kemudian setelah Asian Games akan menjadi transportasi reguler di Palembang.

Menurutnya, sebagai transportasi baru tentu mempunyai tantangan dalam pengelolaannya, seperti apakah cukup atau tidaknya hasil penjualan tiket untuk membiayai operasional dari LRT itu sendiri.

“Makanya hari ini kita lakukan rapat ini. Tadi saya sudah minta kepada semua tim yang terlibat dalam pengelolaan LRT ini untuk segera berkerja dan memberikan laporan rutin setiap minggunya,” ujarnya.

LRT Sumsel sendiri merupakan kebanggaan masyarakat Sumsel berkat komitmen Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang berhasil menarik pelaksanaan pembangunan LRT di Sumsel melalui persaingan bersama 8 Provinsi lainnya yang juga menginginkan pembangunan LRT di daerahnya.

“Saya ingin bercerita, 1 bulan sebelum dilaksanakan pembangunan LRT Desember dua tahun lalu, saya kumpulkan semua instansi terkait pembangunan ini, dan saya minta semuanya memberikan kontribusi baik instansi pemerintah maupun swasta dan Alhamdulillah semua permasalahan satu persatu dapat di atasi,” tandasnya.

“LRT  ini menjadi Icon bagi kita masyarakat Sumatera Selatan. Delapan Provinsi lain juga memperjuangkan LRT ini, tapi alhamdulillah kita Sumatera Selatan yang mendapatkannya,” terang Nasrun Umar. (adi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.