Home / Headline / Pasca Amandemen UUD China, Xi Jinping Bisa Jadi ‘The Next Mao Zedong’
Xi Jinping dan Mao Zedong

Pasca Amandemen UUD China, Xi Jinping Bisa Jadi ‘The Next Mao Zedong’

Beijing, Sumselupdate.com – Parlemen China meloloskan amandemen Undang Undang Dasar (UUD) yang salah satunya mengatur mengenai masa jabatan presiden. Presiden China saat ini, Xi Jinping, bisa menjabat seumur hidup.

Hanya ada dua anggota delegasi saat sidang parlemen digelar yang tidak setuju adanya amandemen. Sebanyak 2,958 delegasi setuju dan 3 sisanya memilih absen dan satu berupa vote kosong.

Era baru China dengan Xi yang bisa jadi presiden seumur hidup mengingatkan akan Mao Zedong. Mao Zedong merupakan pendiri China yang memerintah di China selama 27 tahun. Sejak China merdeka pada tahun 1949 hingga Mao wafat pada 1976.

Dikutip dari detikcom melansir AFP, Senin (12/3/2018), Xi Jinping yang kini berusia 64 tahun bisa berkuasa di China selama yang dia mau. Masa jabatan tak terbatas tersebut dia dapatkan setelah berkarir di politik selama 49 tahun.

Ia memulai karir politiknya sebagai sekretaris Partai Komunis di tingkat kabupaten pada 1969. Xi kemudian menjabat sebagai Gubernur Fujian pada 1999.

Tahun 2002 dia diangkat sebagai Ketua Partai Komunis Provinsi Zhejiang. Lima tahun berikutnya Xi jadi Ketua Partai Komunis Provinsi Shanghai.

Pada tahun yang sama, dia diangkat sebagai Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China. Komite ini terdiri dari para pemimpin papan atas Partai Komunis Tiongkok. Bisa juga disebut puncak kekuatan politik di China.

Xi dalam kepemimpinannya kerap bersikap keras terhadap tindak pidana korupsi dan bagianya kepemimpinan partai harus selalu ditegakkan.

Kini, wajah Xi menghiasi setiap halaman depan surat kabar di China. Setiap ekspresi dan arahannya selalu menjadi headline media massa.

Bahkan nama dan ideologi politik Xi telah dimasukkan ke dalam konstitusi Partai Komunis sejak Oktober 2017. Di mana sebelumnya hanya Mao Zedong dan pemodal pasar Deng Xiaoping yang nama dan pemikirannya dituliskan dalam konstitusi. (adm3/dtc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.