Home / Headline / Miris, Kasus Perkosaan Anak di Bawah Umur Terjadi di Dua Wilayah Hukum Polda Sumsel
Kanit Reskrim Polsek Rambang Lubai, Aipda Surmiyadi menunjukkan ranjang yang menjadi TKP perkosaan Bunga yang dilakukan tersangka Andi.

Miris, Kasus Perkosaan Anak di Bawah Umur Terjadi di Dua Wilayah Hukum Polda Sumsel

Muarabeliti, Sumselupdate.com – Kasus perkosaan anak di bawah umur terjadi di dua wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel).

Dua kasus tersebut terjadi di Kabupaten Musirawas dan Kabupaten Muaraenim.

Di Mura, adalah Sigit Purnomo (36), warga Dusun 3, Desa Jajaran Baru I, Kecamatan Megang Sakti, Mura dipaksa dijebloskan ke dalam tahanan Polsek Megang Sakti.

Tersangka yang berprofesi sebagai petani ini tega menyetubuhi anak tirinya sendiri TA (13) hingga hamil.

Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro N melalui Kapolsek Megang Sakti, Iptu M Romi, mengatakan, perbuatan tersangka dilakukan berulang-ulang hingga sembilan kali.

Menurutnya, peristiwa perkosaan itu terjadi November 2017 sekitar pukul 14.00.

Pelaku melancarkan aksinya dengan cara mengancam korban tidak boleh membawa sepeda motor, jika menolak diajak berhubungan intim.

Mendapat ancaman itu, korban hanya pasrah. Perbuatan terkutuk itu dilakukan sebanyak sembilan kali, hingga mengakibatkan korban hamil.

Kasus ini terungkap setelah korban melapor ke keluarganya.

Baca Juga :  Jadi Tersangka Atas Tuduhan Mencabuli Remaja Laki-laki, Eko Diperiksa Polisi

Bersama pihak keluarga didampingi perangkat desa tersangka akhirnya diamankan dan kini meringkuk di sel tahanan Polsek Megang Sakti.

Sementara kasus pengrusakan masa depan anak juga terjadi di Kabupaten Muaraenim.

Tersangka Andi (29), warga Desa Gunung Raja Kecamatan Lubai, Muaraenim mencabuli Bunga, sebut saja demikian namanya.

Bocah yang berusia sembilan tahun itu digagahi saat sendirian di rumah karena kedua orang tuanya menyadap karet ke kebun.

Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kapolsek Rambang Rubai, AKP Indra Kusuma saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Perbuatan bejat tersangka, ungkap Indra dilakukannya di rumah korban pada Rabu (6/12/2017) pagi.

Saat itu korban sendirian di rumah karena kedua orang tuanya menyadap karet ke kebun.

“Saat itu korban baru pulang sekolah, dan kondisi rumah juga sepi karena kedua orang tuanya masih bekerja. Melihat korban sendirian di rumah, tersangka kemudian masuk dan melancarkan aksinya,” ujarnya.

Setelah kedua orang tuanya pulang sekitar pukul 14.00, Bunga pun menceritakan kejadian pilu yang menimpanya.

Baca Juga :  Kondisi Kesehatan Habibie Membaik

Tak terima anaknya digauli tersangka, orang tua korban kemudian melaporkan ke Mapolsek Rambang Lubai.

Setelah menerima laporan tersebut, lanjut Kapolsek, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan terhadap keberadaan tersangka.

Akhirnya pada Kamis (7/12/2017) sekitar pukul 19.00, keberadaan tersangka diketahui.

Kemudian anggota Polsek Rambang Lubai yang dipimpin oleh Kanit Reskrim melakukan penangkapan terhadap tersangka yang saat itu sedang berada di depan rumahnya.

“Tersangka berhasil kita amankan tanpa melakukan perlawanan. Saat diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya. Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolsek Rambang Lubai guna pemeriksaan lebih lanjut,” tukas Indra.

“Kita juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan meminta visum di RS Bunda Prabumulih serta mengamankan barang bukti yakni pakaian yang dikenakan korban saat kejadian,” tambahnya.

Untuk menghindari kejadian serupa, Indra mengimbau orang tua agar senantiasa menjaga dan mengawasi anaknya. (ain/azw)

 

 

Baca Juga

Iran Sebut Semua Pangkalan Israel dalam Jangkauan Rudal yang Siap Diluncurkan

Teheran, Sumselupdate.com – Wakil komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Jenderal Hossain Salami, mengancam akan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *