Home / Headline / Minta Kepastian Berangkat, Jemaah Umrah Datangi Kantor Abu Tour
Para calon jemaah umroh tampak mendatangi kantor Abu Tours and Travel yang kini tutup dan digaris polisi.

Minta Kepastian Berangkat, Jemaah Umrah Datangi Kantor Abu Tour

Palembang, Sumselupdate.com – Tidak ada kejelasan untuk berangkat umrah, puluhan calon jemaah umrah mendatangi Abu Tours and Travel Palembang tempat mereka mendaftar umroh, untuk meminta kejelasan nasib mereka.

Hingga kini pengurus Abu Tours and Travel Palembang tidak lagi terlihat ada aktivitas menyusul kantor cabang Abu Tours and Travel Palembang yang berada di Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I juga sudah dipasangi garis polisi sejak Kamis (8/2/2018) malam.

Ditemui di kantor cabang Abu Tours Palembang, Jumat (9/2/2018) pagi, salah satu yang menjadi korban tidak ada kepastian untuk berangkat, yakni ibu dan anak Niat Ayumay dan Nanda yang merupakan warga Jalan Mandi Api, Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang menceritakan, bahwa mereka berdua mendaftar umrah ke Abu Tours setahun lalu dengan biaya 16 juta untuk satu orang.

“Pada saat kami melakukan proses mendaftar, kami juga disuruh untuk mengumpulkan berkas-berkas kelengkapan sebagai persyaratan seperti pas foto, KTP termasuk paspor dan suntik vaksin meningitis semua nya sudah kami serahkan ke pihak Abu Tour, tapi kini kamu tidak jelas nasibnya,” katanya.

Selanjutnya ia menjelaskan, pihak Abu Tours memberikan kwitansi bukti pembayaran dan mereka juga telah memberikan jadwal pemberangkatan bahwa dirinya dipastikan akan diberangkatkan pada bulan Maret 2018 mendatang, namun hingga kini itu belum jelas dan nyaris tidak bisa berangkat.

“Kami minta uang kami dikembalikan saja, soalnya yang bulan Januari sama Februari saja belum diberangkatkan apalagi untuk bulan Maret, kami berharap kalau uang dikembalikan kami bisa mendaftar di tempat lain,” harapnya.

Sebelumnya, 7.523 warga asal Sumatera Selatan yang menggunakan jasa Biro Haji dan Umroh Abu Tour hingga kini nasibnya belum juga jelas kapan akan berangkat umrah.

Baca Juga :  Tempat Hiburan Tutup Total di Bulan Puasa

Karena itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumsel memanggil pihak travel Abu Tour yang berpusat di Makassar.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel Alfajri Zabidi mengatakan, dari hasil pertemuan, Abu Tour bersedia memberangkatkan pada 10 Februari mendatang.

Di mana terdapat reschedule keberangkatan baik paket yang berangkat 9, 11 dan 12 hari serta yang promo dan reguler.

“Kalau untuk jadwalnya informasinya tanggal 8 sudah keluar itu kata pihak Abu Tour,” ungkap Alfajri, Senin (5/2).

Menurut dia, senilai Rp165 miliar uang masyarakat Sumsel yang sudah dibayarkan ke pihak Abu Tour, namun hingga kini belum diberangkatkan juga. Sedangkan keberangkatan di Januari lalu, seharusnya pihak Abu Tour memberangkatkan sekitar 1.660 calon jamaah umrah.

Masih dijelaskan Alfajri, pihak Abu Tour yang telah beroperasi di Kota Palembang tidak pernah mendaftar ke Kemenag Provinsi Sumsel. Tercatat sudah empat tahun Travel Abu Tour seperti menyepelekan Kemenag Provinsi Sumsel.

“Yang terdaftar sembilan asli Biro Umrah Palembang, sebanyak 16 perwakilan dari berbagai daerah, kalau Abu Tour sama sekali tidak terdaftar di kita dan setelah ada kasus baru Kemenag yang dilibatkan,” jelas dia.

Bukan itu saja, sambung dia, karena keteledoran pihak Abu Tour, pihak Kemenag juga sudah melaporkan perihal tersebut dan bisa saja Abu Tour akan dicabut izinnya karena selama ini beroperasi tanpa mendaftar di Kemenag Provinsi Sumsel.

“Ini segera diusulkan ke Pusat. Tentu kami sangat menyayangkan adanya jamaah yang tidak berangkat, bahkan keluarga saya juga tidak berangkat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Abu Tours Tolak Kesepakatan, Kemenag Sumsel Meradang

Alfajri juga menegaskan, agar masyarakat jangan terperdaya oleh promo murah, sebab harga murah belum tentu berangkat dan standar biaya umroh itu adalah Rp20 jutaan. Misalkan, mengambil paket itu harinya minimal 9 hari, tiket jelas, hotel bintang dan jaraknya tidak jauh.

“Bagi jamaah yang merasa dirugikan silahkan untuk melapor kepada aparat penegak hukum. Sejauh ini kita juga masih menunggu jamaah yang jadi korban penundaan berangkat,” tutupnya.

Sementara itu, Perwakilan Abu Tour yang terpusat di Makassar, Akbar Rasban menjelaskan, bakal memberangkatkan jamaah umroh asal Sumsel yang tertunda keberangakatannya pada Januari 2018 lalu.

Namun dari 1.660 orang yang berangkat pada Januari belum bisa dipastikan seluruhnya akan berangkat pada Februari ini.

“Mulai berangkat 10 Februari, tapi bertahap tidak sekaligus karena digabung dengan 24 kota se-Indonesia. Yang ditunda itu ada yang promo dan reguler mulai dari Rp16 jutaan. Karena mereka juga setuju akan berangkat paling lama satu tahun setelah bersedia,” ujar dia.

Ditambahkannya, sekali lagi kasus ini bukanlah pembatalan keberangkatan melainkan hanya penundaan saja. Faktor yang menjadi tertundanya jamaah adalah karena adanya regulasi pajak 5 persen yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

Untuk siapa jamaah yang akan berangkat juga, lanjutnya, nanti akan ditentukan dari daftar manifest perusahaan, baik calon jamaah promo ataupun reguler. Pihaknya juga mengklaim untuk pemberitahuan penundaan di Sumsel adalah kewenangan penuh kantor cabang di Palembang.

“Jamaah yang tertunda ini akan diberangkatkan sampai bulan ramadhan tahun ini,” pungkasnya. (adi)

Baca Juga

Bawa 15 Paket Shabu, Purwoko Diamankan Aparat

Sekayu, Sumselupdate.com – Sebanyak 15 paket kecil diduga narkotika jenis shabu skembali diamankan oleh personil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *