Home / Headline / Migrant Care Desak Kematian TKW Adelina di Malaysia Diusut Tuntas
Ilustrasi

Migrant Care Desak Kematian TKW Adelina di Malaysia Diusut Tuntas

Jakarta, Sumselupdate.com – Lembaga swadaya masyarakat Migrant Care meminta KJRI Penang mengusut tuntas kasus penganiayaan yang berujung pada tewasnya TKW Adelina Lisao. Pasalnya, kekerasan terhadap TKW Indonesia kerap terjadi.

“Kematian Adelina memperpanjang daftar kematian buruh migran Indonesia asal NTT, yang pada 2017 mencapai 62 orang. Atas kasus ini, Migrant Care mendesak pengusutan tuntas kasus ini agar majikan mendapatkan hukuman yang berat dan setimpal atas kekejiannya,” kata Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/2/2018) dikutip dari detikcom.

Selain itu, Migrant Care mendesak agar penyelidikan tersebut mampu mengungkap secara mendalam mengenai kematian Adelina. Migrant Care menduga Adelina merupakan korban perdagangan manusia.

Baca Juga :  Puluhan Warga Empat Lawang Segera Diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah

“Migrant Care juga mendesak ada pengusutan dugaan bahwa Adelina adalah korban perdagangan manusia,” kata Wahyu.

Ia mengatakan, meskipun Adelina disebut masuk ke Malaysia secara ilegal, bukan berarti KJRI Penang dan KBRI Kuala Lumpur berhenti mengikuti perkembangan kasus tersebut. Justru dia menyampaikan, pengusutan kasus tersebut hingga tuntas merupakan bentuk komitmen perlindungan terhadap WNI di luar negeri.

Baca Juga :  Bupati Brebes: Anggaran Kesehatan Dihabiskan Pemalsu Kartu Miskin

 

“Pernyataan pihak perwakilan RI di Penang (KJRI Penang dan KBRI Kuala Lumpur) bahwa Adelina adalah PRT migran Indonesia yang tidak berdokumen tak boleh menjadi alasan untuk tidak menangani kasus ini,” ucapnya.

“Kasus ini harus dituntaskan sebagai bentuk komitmen perlindungan warga negara Indonesia yang ada di luar negeri,” ujarnya. (adm3/dtc)

Baca Juga

Bawa 15 Paket Shabu, Purwoko Diamankan Aparat

Sekayu, Sumselupdate.com – Sebanyak 15 paket kecil diduga narkotika jenis shabu skembali diamankan oleh personil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *