Home / Headline / Media Online Strategis Untuk Mengawal Pilkada Sumsel Berkualitas
Diskusi IWO Sumsel tentang ‘Peran Media Online Pada Pilkada Sumsel 2018’, Rabu (7/2) malam di Dipo Coffe, Palembang

Media Online Strategis Untuk Mengawal Pilkada Sumsel Berkualitas

Palembang, Sumselupdate.com – Sebagai salah satu jenis media massa, media online memiliki peran strategis untuk mengawal Pilkada Sumsel yang berkualitas. Kecepatan berita dan luasnya jangkauan media ini sudah semestinya dimanfaatkan oleh penyelenggara Pemilu, kandidat dan masyarakat untuk mendorong pesta demokrasi ini berjalan sesuai ekspektasi publik.

Demikian benang merah dari Diskusi Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumsel bertema ‘Peran Media Online Pada Pilkada Sumsel 2018’, Rabu (7/2/2018) malam di Dipo Coffe Palembang. Selain menghadirkan panelis dari Tim media center calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) Sumsel dan praktisi media, diskusi santai yang dipandu Fatkurohman ini juga diikuti puluhan pemimpin umum dan wartawan media online. Bahkan sejumlah pimpinan organisasi dan pengamat sosial politik juga turut serta dalam diskusi ini.

Sebagai praktisi media, Imron Supriyadi mengingatkan agar pelaku media online terus menjaga fungsi ideal atau ‘misi kenabian’ pers di tengah hiruk-pikuk Pilkada. Ini penting agar independensi media tetap terjaga. “Pers harus tetap kedepankan fungsinya, terutama edukasi dan kontrol sosial, di tengah hubungan sinergisnya dengan para tim kandidat calon kepala daerah“, ujarnya.

Baca Juga :  Bersama Ribuan Siswa, Harnojoyo Peragakan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun

Lantas, bagaimana tim media center kandidat memandang media online dalam konteks Pilkada?

Menurut Rasyid Irfandi Pedo, wakil dari tim media center Aswari-Irwansyah (ASRI), pihaknya menyadari bahwa sekarang ini adalah jaman internet sehingga masyarakat terlebih generasi milenial juga sudah sangat akrab dengan internet. Untuk itu, tim ASRI menyambut baik dan menerima kerjasama dengan pihak mediaonline. Dia pun berharap, jurnalis media ini tetap bersikap profesional. “Mari jauhkan diri dari niatan framing dan propaganda yang berpotensi menabrak aturan kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Ketua Tim media HD-MY Alfrenzi Panggarbesi juga menilai media online sangat penting dalam konteks Pemilu. Menurutnya, ini setidaknya begitu terasa sejak Pemilu 2014 bahkan pilkada DKI lalu. Ia pun mengajak media tetap profesional dan jangan menyebarkan hoax sehingga Pilkada nanti berjalan damai.

Baca Juga :  Setelah Ribuan Situs Ditutup, Kominfo Kembali Blokir 11 Situs Media ‘Online’

Sementara Firdaus Hasbulah, wakil tim media Ishak – Yudha, mengaku membutuhkan media online untuk transformasi program kandidat. Selain itu, imbuhnya, media diminta juga melakukan edukasi politik, misalnya soal pentingnya warga untuk memilih dan kontrol terhadap aparat sipil negara (ASN) yang nakal.

Pentingya media online bagi penyelenggaraan Pilkada dan kandidat pun diamini Mulyono, tim media Dodi-Giri. Dia pun mengungkap hasil survei bahwa pengguna internet di Sumsel mencapai 30%. Untuk itu, media ini strategis bagi kandidat untuk mensosialisasikan gagasannya. Sementara bagi penyelenggara Pilkada dapat dimanfaatkan untuk turut mensukseskan agenda demokrasi ini.

Pada kesempatan yang sama, Ketua IWO Sumsel Soni Kushardian didampingi koordinator panitia diskusi Firwanto M Isa, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak karena telah mendukung kegiatan yang dimaksudkan untuk memberikan pencerahan kepada publik menyambut Pilkada ini. “Ini juga dapat menjadi masukan bagi penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu agar Pilkada berjalan sukses dan damai,” pungkasnya. (shn)

Baca Juga

Sandiaga Kalah Telak Lawan Menteri Susi di Danau Sunter

Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno kalah telak lawan Menteri Kelautan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *