Home / Headline / Listrik Sering Padam, Warga Kota Baturaja Nilai Kinerja PLN Tidak Memuaskan
Foto diambil saat pemadaman listrik di kawasan Sukaraya, Kabupaten OKU. Namun anehnya salah satu jalur VIP tidak padam.

Listrik Sering Padam, Warga Kota Baturaja Nilai Kinerja PLN Tidak Memuaskan

Baturaja, Sumselupdate. com – Masyarakat Kabupaten OKU menilai kinerja PLN Baturaja selama bulan Puasa hingga H-4 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, tidak  memuaskan.

Berbagai tanggapan miring terhadap PLN Baturaja bermunculan baik secara langsung maupun di media sosial.

Seperti hari Minggu (10/6/2018) ini saja, jaringan listrik mengalami pemadaman di sebagian Kota Baturaja, seperti kawasan Kelurahan Sukaraya, Air Paoh, dan lainnya.

“Sudah tahu mau lebaran, masih saja pemadaman listrik dilakukan. Ini banyak kerjaan yang diselesaikan harus kami tunda, seperti buat kue,” cetus Sur, ibu rumah tangga yang tinggal di Sukaraya.

Keluhan senada diucapkan Nazir, warga Kota Baturaja lainnya. Menurut dia, pemadaman listrik yang dilakukan PLN Baturaja sangat menghambat aktifitas warga.

Menurut dia,  selama puasa ini pemadaman sering dilakukan mendadak,  pengumuman pun sering tidak sampai ke masyarakat luas.

“Kalau nilai rapornya (kinerja PLN –red) merah,” tegasnya.

Manajer PLN rayon Bataluraja area Lahat, Edwardus saat dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan pemadaman ini akibat adanya kabel (gardu) karena  los kontak.

“Lagi diperbaiki kita upaya secepatnya,” katanya.

Belum lama ini juga Edwardus mengatakan, jika pemadaman yang sering terjadi itu akibat adanya trouble.

Edwardus beralasan penyebab sering padamnya listrik Baturaja ini lantaran adanya arrester (alat pelindung bagi peralatan sistem tenaga listrik terhadap surya petir), jebol.

Hanya saja, pihaknya mengaku kesulitan mendeteksi arrester mana yang jebol itu. Sebab, ada delapan gardu di sepanjang jalur yang mengalami trouble itu.

“Kenapa padamnya bermalaman? karena kami mencari sumber gangguannya. Kalau bisa dicoba dan meledak, itu ‘kan ketahuan. Artinya kita tahu posisi kerusakannya. Namun ini tidak  kelihatan. Apakah bocor atau meledak, dak ketahuan. Kalau malam, tidak bisa diukur. Jadi terpaksa dilakukan siang ini, dan baru bisa ketemu,” jelas dia.

Nah, karena tidak bisa terdeteksi, maka pihaknya mengambil solusi dengan memutus dua arrester.

“Ini tidak bisa ditebak, makanya kami potong saja dua (arrester) di antara delapan gardu itu. Artinya kami amankan dulu. Yang penting seluruhnya bisa beroperasi,” jelasnya.

Akibat adanya arrester yang disebut Edwardus mengalami bocor halus itu, mengakibatkan padamnya listrik yang terjadi semalam hingga siang sepanjang jalur VIP. (wid)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.