Home / Headline / Ledakkan Diri Saat Dikepung Militan, Pilot Rusia Raih Medali Tertinggi
Mayor Roman Filipov (34) tewas di Suriah akhir pekan lalu.

Ledakkan Diri Saat Dikepung Militan, Pilot Rusia Raih Medali Tertinggi

Moskwa, Sumselupdate.com – Mayor Roman Filipov yang pesawatnya ditembak jatuh kelompok militan di Suriah dan meledakkan diri saat sudah terkepung, dianugerahi gelar pahlawan.

Pada Sabtu akhir pekan lalu, pesawat Su-25 yang diterbangkan Filipov jatuh di provinsi Idlib, Suriah saat menjalani patroli rutin.

Pesawat jet itu ditembak jatuh peluru yang dilepaskan dari sebuah sistem pertahanan udara portabel (MANPAD).

Rekaman video yang dramatis memperlihatkan, pesawat Sukhoi itu kehilangan ketinggian dengan satu mesinnya terbakar.

Pilot mencoba keras mengendalikan pesawat yang sudah rusak itu dan sempat melaporkan kondisinya sebelum jet itu jatuh.

Filipov berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan kursi lontar tetapi mendarat di area yang masih dikuasai kelompok militan.

Baca Juga :  Sidang Kasus Suap Muba, JPU Hadirkan Lima Saksi

Sebagian besar wilayah provinsi Idlib masih dikuasai kelompok Tahrir al-Sham atau sebelumnya dikenal dengan nama Front Al-Nusra.

Saat anggota kelompok itu menyerang Filipov, dia mancabut pistolnya lalu bertarung.

Sejumlah foto yang diunggah ke dunia maya menunjukkan Filipov setidaknya menghabiskan dua magasin peluru dalam pertarungan itu.

Saat Filipov terluka parah, anggota kelompok Tahrir al-Sham mengepung dia. Saat itulah Filipov meledakkan granatnya.

Keberanian Filipov membuat Kementerian Pertahanan Rusia memberikan medali tertinggi bagi pria itu, yaitu Medali Pahlawan Rusia.

Sejauh ini tidak banyak diungkap latar belakang Filipov tetapi menurut media massa Rusia, pilot ini berusia 34 tahun. Dia meninggalkan seorang istri dan seorang putri.

Baca Juga :  Serangan Rusia Tewaskan 53 Orang, Termasuk 21 Anak-anak di Suriah

Pria kelahiran kota Voronezh, sekitar 465 kilometer sebelah selatan Moskwa ini adalah lulusan akademi penerbangan militer Krasnodar.

Dia kemudian bertugas di Rusia Timur Jauh, dengan prestasi yang terus menjulang dengan jabatan terakhir wakil komandan skuadron.

Di Suriah, Filipov sukses melakukan belasan operasi militer termasuk menghancurkan kelompok militan dan mengawaki konvoi kemanusiaan ke wilayah aman.

Jet Su-25 yang diterbangkan Filipov merupakan pesawat kedua milik Rusia yang jatuh dalam pertempuran.

Pesawat pertama jatuh pada November 2015, tak lama setelah melakukan tugas. Pesawat pengebom Su-24M itu ditembak jatuh pesawat F-16 milik AU Turki. (adm3/kcm)

Baca Juga

Bangun Infrastruktur, Utang Luar Negeri Indonesia Naik 10,1 Persen di Akhir 2017

Jakarta, Sumselupdate.com – Bank Indonesia ( BI) melaporkan, utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal IV …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *