Home / Headline / Kue Lebaran Mulai Jadi Primadona
Aneka kue yang dijual Buk Min

Kue Lebaran Mulai Jadi Primadona

Palembang, Sumselupdate.com – Lebaran Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi juga ikut ditandai munculnya para penjual bergam kue untuk disajikan di hari raya nanti, terlihat warna warni toples yang berisi banyak ragam jenis kue kering serta jenis kacang yang diolah menjadi makanan yang menjadi primadona di hari kemenagan.

Salah satu penjual kue dan kacang untuk menyambut lebaran adalah Buk Min, yang berjualan di Pasar Kuto, sebelumnya membuka usaha catring ini mencoba peruntungan dengan menjual kue lebaran yang memang rutin ia lakukan setiap tahunnya.

“Kalo sudah memasuki lebaran kita berjualan kue dan kacang, yah kegiatan ini memang rutin di setiap tahun dua kali, pas lebaran Idul Fitri sama lebaran Haji,” ujarnya.

Buk Min sudah mempersiapkan dagangan kue yang mayoritas dibuatnya sendiri jauh hari untuk mempersiapkan permintaan pembeli yang biasa membeludak.

“Untuk kue sendiri memang sebagian dibuat di rumah jadi bisa lebih menghemat tapi ada juga yang masih beli lagi dari toko seperti permen kacang dan jenis lain,” ungkap Buk Min.

Ada puluhan jenis kue dan kacang yang dijual oleh ibu 3 anak ini, namun ia mengatakan jenis kue kering seperti nastar dan bangkit serta kacang-kacangan yang masih tinggi peminatnya.

Dirinya juga menambahkan biasanya mulai H-10 lebaran pembeli akan ramai dan juga dia harus sudah bersiap untuk persediaan stock kue karna akan kekurangan akibat jumlah pembeli yang meningkat.

“Untuk harga kue seperti nastar sekarang dijual Rp 130 ribu /kg, untuk jenis kacang yang cukup mahal itu kacang mete Rp 150 ribu /kg, jenis astor lebih murah Rp 35 ribu /kg, inipun masi tahan perkenalan namun sudah dipersiapkan ketika sudah masum H-10 lebaran banyak pembeli yang memesan,” ungkap ibu 54 tahun ini.

Dikatakan Novita seorang ibu rumah tangga saat ini memang pembelian kue lebaran dilakukan mendekati hari raya agar kue lebih fress dan bisa ditata dengan baik untuk menyambut tamu yang datang. (syd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.