Home / Headline / Kisruh Pembangunan Hotel IBIS Berlanjut, PT SBA Surati Sekda Palembang
Tanah amblas diduga dampak pembangunan Hotel Ibis Palembang.

Kisruh Pembangunan Hotel IBIS Berlanjut, PT SBA Surati Sekda Palembang

Palembang, Sumselupdate.com – Statemen Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Harobin Mustafa saat kunjungan kerja anggota DPRD Provinsi dapil Sumsel 2, pada 8 September lalu soal telah dicabutnya semua ground anchor yang mengarah ke lahan PT Sebangun Bumi Andalas (SBA) milik group JM menimbulkan protes.

Dimana Kuasa Hukum PT SBA dari LBH PWI Iir Sugiarto menyatakan, peryataan tersebut menimbulkan permasalahan baru, yakni turunnya tanah bangunan millik kliennya, jika ground anchor dicabut hal ini seharusnya menjadi tanggungjawab pengembangan bangunan Hotel Ibis tersebut.

“Di sini kami cermati bahwasa ada bahasa yang coba diputar, memang kami minta ground anchor itu dicabut karena masuk ke lahan klien kami. Bahasa yang diputar, artinya ketika ground anchor dicabut tanah itu bisa longsor dan artinya karena permintaan kami dan kami yang menanggung akibatnya. Itu yang kami maknai dari bahasa yang disampaikan Sekda Kota Palembang,” ujar Iir kepada wartawan, Selasa (12/9/2017).

Iir Sugiarto yang didampingi Ade Akbar SH, meminta agar Sekda Kota Palembang turun ke lapangan untuk mengecek fakta sebenarnya, jangan hanya menerima laporan staf saja.

Baca Juga :  Lorenzo Sempat Tolak Tawaran Repsol Honda

“Sebagai pejabat publik, Sekda jangan mengeluarkan peryataan menyesatkan. Kalau belum pernah lihat ke lapangan coba dilihat dulu. Faktanya hanya dipotong dipermukaan saja, di dinding milik Hotel Ibis dan tanah milik klien kami itu akan turun seketika ground anchor menembus lahan,” keluh Iir.

Ia menerangkan, dampak dari penanaman Ground Anchor dimasukan ketanah klienya mengakibatkan dinding yang retak lahan parkir yang retak. Menurutnya, PT SBA telah mengalami kerugian sebelum graound anchor dipotong. Namun jika ini ground anchor yang panjangnya 20 M dicabut, kerugian pihak JM harus ditanggung pengembang.

“Kami meminta Sekda Palembang Harobin Mustofa untuk mengklarifikasi pernyataan sebelumnya perihal pemotongan dan pencabutan faktanya itu hanya dipotong bukan dicabut,” jelasnya.

Permintaan untuk mengklarifikasi bahasa dicabut dengan dipotong ini akan disampaikan Lembaga Bantuan Hukum PWI besok pagi, Rabu13 September dan meminta Sekda Kota Palembang untuk menjawab 2 x 24 jam.

“Sedikit point yang kami sampaikan dalam surat yang akan kami kirimkan besok (13 September), kami memberi waktu untuk menjawab segera dalam waktu 2 kali 24 jam atau 2 hari. Bila tidak ada verifikasi yang dimuat di media terkait statement itu, maka persoalannya akan dibawa ke jalur hukum, karena menurut kami ada kebohongan yang dilakukan,” tegas Iir.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Dipatok Rp 566 ribu per gram

Pihaknya, sambung Iir, memiliki bukti kalau ground anchor hanya dipotong. “Kita sudah mengirim orang di lapangan mendokumentasikan fakta di lapangan. Kami minta ground anchor yang masuk ke lahan PT Sebangun Bumi Andalas harus dicabut,” tandasnya.

Sementara itu Ahli Struktur Bangunan, Sugeng Riyadi, terkait berapa besar pengaruh ground anchon yang terpasang terhadap bangunan di sektarnya menjelaskan, pemasangan ground anchor dalam sebuah bangunan dapat mempengaruhi struktur tanah di sebelahnya.

“Kalau ditanya seberapa besar pengaruh grand anchor yang dipasang dalam pembangunan Hotel Ibis terhadap tanah bangunan diseblahnya perlu dilakukan peninjau ke lokasi,” ungkapnya.

Ketika wartawan meminta konfirmasi langsung ke Sekda Kota Palembang, Harobin Mustofa menjawab “Saya hanya menyampaikan apa yang disampaikan pihak Ibis terkait ground anchor, kalau sudah dicabut,” katanya.

Disingung soal Kuasa Humum PT SBA akan menyampaikan surat keberatan atas pernyataan tersebut, Harobin mengungkapkan “Apa yang mau diklarifikasi,” singkatnya. (udi)

Baca Juga

Kontingen Palembang Memimpin Perolehan Medali, Muba Membayangi

Palembang, Sumselupdate.com – Memasuki hari kedua Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Sumatera Selatan (Sumsel), kontingen …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *