Home / Headline / Kesal Kepala Dipukul, Dua Pria Ini Keroyok Preman Kampung Hingga Kritis
Tersangka Riko Saputra dan M Ridwan.

Kesal Kepala Dipukul, Dua Pria Ini Keroyok Preman Kampung Hingga Kritis

Palembang, Sumselupdate.com – Toni (25) yang dikenal sebagai preman kampung di Lorong Kedukan I, Jalan Psi Lautan, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan IB II, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan kritis setelah dikeroyok empat orang warga sekitar yang merasa terganggu akibat ulahnya, Rabu (31/1) lalu.

Toni mengalami luka robek akibat tebasan senjata tajam di bagian kaki, punggung, dan kepala hingga menyebabkan dirinya harus dirawat di rumah sakit.

Keluarga Toni yang tidak terima segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek IB II Palembang. Tiga hari berselang, anggota Polsek IB II berhasil menangkap dua dari empat pelaku, yakni Riko Saputra (23) dan M Ridwan (19).

Berdasarkan pengakuan tersangka Riko, sebelum kejadian ia sedang ngobrol dengan temannya di depan lorong. Sesaat kemudian,  tiba-tibda datang korban langsung memukul kepalanya sebanyak dua kali.

Baca Juga :  Saudaranya Dipukul Pakai Kayu, Junaida Lapor Polisi

“Waktu saya mau balas, Toni (korban –red) langsung ke rumah saya sambil menebaskan parang sampai hancur isi dalam rumah,” katanya, Minggu (4/2/2018).

Saat itu, tersangka hendak akan mengadukan perbuatan korban  tersebut ke orangtuanya. Namun ternyata korban masih  berada di rumahnya.

Ketika tersangka mencoba untuk menenangkan korban, justru korban kian kalap untuk terus menghancurkan isi rumah. Kejadian tersebut kemudian dilihat oleh Ridwan, keponakan Riko, yang sedang nongkrong tak jauh dari lokasi kejadian.

Melihat hal tersebut, Ridwan dan kawan-kawannya secara spontanitas langsung mengambil parang dan kompak menyerang korban dengan membabi buta.

Menurut Ridwan, saat itu korban sudah menghancurkan isi rumah kakeknya, sehingga  ia kesal dan langsung mengambil pedang.

Baca Juga :  Erie Suzan jadi Pamungkas Penutupan Pesta Rakyat Banyuasin 2017

“Saya sama dua teman saya, RB dan AR (buron) langsung ngeroyok korban. Setelah lihat kami, Riko pun ikut ambil bagian mengeroyok  korban,” ujar Ridwan.

Ridwan mengaku menebaskan pedangnya ke punggung dan kaki korban. Sementara dua temannya memukul wajah korban. “Kami kesal karena dia itu preman kampung selalu ganggu warga sekitar,” ungkapnya.

Kapolsek IB II Kompol Milwani melalui Kanit Reskrim Ipda Ledi mengatakan, tiga hari usai kejadian pihaknya baru bisa menangkap paman dan keponakan itu yang bersembunyi di tempat lain.

“Korban kesal telah diganggu oleh korban yang merupakan preman kampung, jadi mereka bersama-sama mengeroyok korban hingga terluka. Sedangkan dua lagi masih DPO,” ujarnya. (tra)

Baca Juga

Bangun Infrastruktur, Utang Luar Negeri Indonesia Naik 10,1 Persen di Akhir 2017

Jakarta, Sumselupdate.com – Bank Indonesia ( BI) melaporkan, utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal IV …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *