Home / Headline / Kerusakan Jalan Penghubung OKU-OI Kian Parah
Salah satu kondisi jalan yang rusak.

Kerusakan Jalan Penghubung OKU-OI Kian Parah

Baturaja, Sumselupdate.com – Kerusakan jalan di kawasan Kecamatan Peninjauan, yang menghubungkan antar Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan Kabupaten Ogan Ilir (OI), tak kunjung diperbaiki akibatnya kondisinya saat ini kian parah bahkan nyaris tak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Tak pelak hal ini membuat warga setempat khawatir. Belum lagi longsor yang kian mengancam sebagain besar jalan yang ada beberapa titik berdekatan dengan aliran Sungai Ogan.

“Lubang – lubangnya semakin dalam, dan semakin banyak”, kata H Aldawi warga Kedaton Kecamatan KPR, Senin (11/9/2017).

Lebih parah lagi ketika hujan turun, dijelaskan Aldawi, genangan air tersebut tak ubahnya seperti  kubangan kerbau, “Tidak sedikit kendaraan yang melintas terjebak di lubang yang digenangi air,” ujarnya.

Baca Juga :  8 Tahun Beroperasi, Gudang Penyimpanan Ikan Laut di OKU Tak Pernah Diawasi

Diakuinya dalam 3 tahun terakhir ada kegiatan pembangunan,”Hanya tambal sulam,  belum selesai yang di kerjakan yang lain sudah rusak lagi,” keluhnya.

Padatnya arus lalu lintas di wilayah ini, sambung Aldawi,  dikarenakan daerah perkebunan rakyat, dan berdampingan dengan perusahaan pertambangan minyak.

“Di sini banyak kendaraan yang mengangkut hasil bumi seperti,  karet,  sawit dan jeruk, belum lagi armada proyek pertambangan minyak dan angkutan umum, kalau tidak segera di perbaiki bukan tidak mungkin daerah kami akan terisolir, ” ungkapnya.

Senada juga di katakan Jumairi, Karang Taruna Kecamatan Peninjauan, pihaknya mendesak Pemerintah Provinsi untuk menganggarkan perbaikan jalan di wilayahnya.

“Kecamatan Peninjauan yang di kenal sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi, tapi jalannya rusak parah, kapan lagi kami sebagai rakyat kecil dapat menikmati pembangunan,” ujarnya.

Baca Juga :  Panwaslu OKU Serahkan Laporan Akhir Pilkada ke Kuryana-Johan

Selain itu, kata Jumairi yang menjabat sebagai Sekretaris Karang Taruna ini,  dengan kondisi jalan rusak, sangat berpengaruh terhadap hasil bumi, baik itu perkebunan rakyat maupun perusahaan perkebunan.

“Akibat jalan tidak pernah bagus,  mempengaruhi nilai jual hasil bumi, alasan pembeli biaya angkut yang mahal,” bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas PU BM OKH H Helman melalui Kabid Perawatan Jalan dan Jembatan H Muzaim saat dikonfirmasi mengatakan bahwa tahun 2017 ini, ada pembangunan jalan penghubung antara Kabupaten OKU dan OI.

“Informasi dari PU Provinsi ada dua item pembangunan di wilayah tersebut, tapi berapa nilai pagu anggarannya kita belum tau,” singkat Muzaim. (wid) 

Baca Juga

Kontingen Palembang Memimpin Perolehan Medali, Muba Membayangi

Palembang, Sumselupdate.com – Memasuki hari kedua Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Sumatera Selatan (Sumsel), kontingen …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *