Home / Ekonomi / Ini Capaian Kanwil DJP SumselBabel di Sepanjang 2017

Ini Capaian Kanwil DJP SumselBabel di Sepanjang 2017

Palembang, Sumselupdate.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumsel dan Kepulauan Bangka Belitung merilis realisasi penerimaan pajak 2017 per 31 Desember 2017 secara bruto mencapai Rp13,9 triliun atau 91,06%, sedangkan secara netto tercapai sebesar Rp12.5 triliun atau 82.12% dari target yang ditetapkan sebesar Rp15,262 triliun.

Kepala Kantor Wilayah DJP SumselBabel, M Ismiransyah M Zaini menyampaikan, ditinjau dari kinerja kantor pelayanan pajak di wilayah Kanwil DJP SumselBabel secara bruto terdapat tiga Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang berhasil mencapai penerimaan lebih dari 100%.

Yaitu KPP Pratama Palembang Seberang Ulu (111,23%), KPP Pratama Prabumulih (108,09%) dan KPP Pratama Sekayu (102,47%), sedangkan secara neto ada dua KPP yang tercapai yaitu, KPP Pratama Palembang Seberang Ulu sebesar 106,08% dan KPP Pratama Sekayu sebesar 101 ,18%.

Baca Juga :  32 Calon Pelatih Disiapkan KONI Kabupaten PALI Cabor Atletik

Menurutnya, dilihat dari kinerja penerimaan per jenis pajak dapat disampaikan bahwa pajak penghasilan 2017 tercapai sebesar Rp6,47 triliun dengan kontribusi 51.7% dari total penerimaan, dengan pertumbuhan -0,76% dibandingkan 2016.

“Untuk PPN dan PPn BM tercapai sebesar Rp4,43 triliun dengan kontribusi 35,4%, dengan pertumbuhan 5,8% dibanding tahun sebelumnya. Sementara PBB tercapai Rp1,4 triliun dengan kontribusi 11.5% dan pertumbuhan 13,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” paparnya, Selasa (2/1/2018).

Lebih lanjut ia juga menyampaikan, untuk sektor yang memiliki kontribusi terbesar di Kanwil DJP Sumsel Babel adalah Sektor Perdagangan sebesar 22,5% dari total penerimaan.

Adapun 5 sektor penunjang penerimaan pajak lainnya adalah Pertambangan dan Penggalian (112%), Administrasi Pemerintahan (97%), Konstruksi (9,2%), Industri Pengolahan (7,8%), dan Jasa Keuangan dan Asuransi (7.3%).

Baca Juga :  Kapasitas Produksi Bertambah, Semakin Kokoh Menjawab Tantangan

Sementara bila dilihat dari pertumbuhan pajak, sektor yang mengalami pertumbuhan terbesar adalah Sektor Pertambangan dan Penggalian dengan pertumbuhan sebesar 47.6% hal ini disebabkan oleh naiknya harga timah di 2017.

“Sedangkan sektor yang mengalami pertumbuhan negatif terbesar adalah Sektor Industri Pengolahan sebesar -34,4%, dikarenakan adanya restitusi yang cukup besar di tahun 2017, bila restitusi dikeluarkan Sektor Industri Pengolahan tumbuh sebesar 10.2%,” tegasnya.

Ditambahkannya, tingkat Kepatuhan sampai dengan akhir tahun 2017 tercatat sebesar 119,96% dari rasio target kepatuhan yang ditetapkan sebesar 72.5%. Pencapaian ini terutama ditunjang oleh Wajib Pajak Orang Pribadi Karyawan yang telah menggunakan efiling dalam pelaporan SPT Tahunan. (adi)

Baca Juga

Presiden Jokowi Tinjau Program Padat Karya Banyuasin

Tanjung Lago, Sumselupdate.com – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo meninjau pelaksanaan Program Padat Karya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *