Home / Headline / Heri Amalindo Lantik 17 DPK HKTI se-Sumsel

Heri Amalindo Lantik 17 DPK HKTI se-Sumsel

PALI, Sumselupdate.com – Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten PALI beserta 16 DPK HKTI yang ada di sumatera selatan, Senin (14/5/2018) malam dilantik oleh ketua HKTI Provinsi Sumatera Selatan H Heri Amalindo bertempat di cafe resto hotel Swarna Dwipa Palembang.

Untuk DPK HKTI Kabupaten PALI, ketua dipercayakan kepada Zulyardi Sofyan yang juga merupakan direktur Perusahaan Daerah (Perusda) PALI Anugerah Sejahtera.

Saat dibincangi Sumselupdate.com, Zulyardi mengatakan bahwa dirinya beserta pengurus HKTI kabupaten PALI siap menjalankan roda organisasi di Bumi Serepat Serasan.

“Kami siap menjalankan tugas yang diamanahkan oleh organisasi untuk mewujudkan petani makmur dan sejahtera di kabupaten PALI menuju PALI Cemerlang,” ungkapnya seraya mengatakan siap berkoordinasi dengan pihak terkait di kabupaten PALI.

Sementara itu, ketua HKTI Provinsi Sumsel H Heri Amalindo meminta kerjasama seluruh pengurus HKTI Kabupaten untuk melihat potensi daerahnya masing-masing.

“Langkah awal kita melakukan konsolidasi serta melihat potensi daerah yang ada di kabupaten yang ada di Sumsel. Setelah itu akan kita ajukan usulan program sesuai kebutuhan daerah masing-masing ke HKTI pusat untuk segera bisa ditindaklanjuti guna meningkatkan kesehjateraan para petani,” ungkapnya.

Terkait keluhan petani karet yang ada saat ini, orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan itu akan meminta patokan sesuai klasifikasi jenis karet yang kualitasnya baik, sedang, atau buruk.

“Serta meminta bantuan pemerintah baik kabupaten maupun provinsi untuk bisa menentukan standar harga berdasarkan kualitas karet. Sehingga kan petani karet akan berfikir untuk menjual karet yang kualitasnya baik kalau harganya mahal,” bebernya.

Dalam kesempatan itu pula dirinya akan meminta generasi muda yang tergabung dalam pemuda pemudi tani untuk ikut terlibat meningkatkan kesehjateraan petani. “Kita harus bersatu padu, perbedaan itu biasa, tapi jangan jadikan perbedaan menjadi batu sandungan kita untuk meningkatkan kesehjateraan petani,” tutupnya. (adj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.