Home / Edukasi / Gebyar Sejuta Karya, Prodi Bahasa Indonesia UBD Hadirkan Workshop Kesastraan
Workshop penulisan fiksi pada kegiatan Gebyar Sejuta Karya 2017, di Aula Universitas Bina Darma Palembang.

Gebyar Sejuta Karya, Prodi Bahasa Indonesia UBD Hadirkan Workshop Kesastraan

Palembang, Sumselupdate.com – Program Studi Bahasa Indonesia di Universitas Bina Darma sebagai program studi yang memiliki akreditasi B terus meningkatkan upaya akselerasi dalam proses pendidikan dalam membentuk Tri Darma Perguruan Tinggi.

Program studi ini mengagas workshop kesastraaan yang menghadirkan pakar sastrawan Dr Didi Suhendi SPd Mhum, di aula Kampus Utama Universitas Bina Darma Palembang, Kamis (25/5/2017).

“Hidup manusia ada batasnya. Menulis (sastra) dapat membuat hidup manusia dikenang sepanjang masa,” tutur Dr Didi Suhendi SPd MHum dihadapkan peserta workshop kesastraan sebagai karya seni dalam kehidupan.

Alumnus Doktoral Sastra Universitas Gajah Mada Yogyakarta itu menjelaskan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan penulis agar kualitas karya sastra itu baik. Pertama, karya sastra harus memiliki intensitas konflik yang kuat.

Kedua, tidak menggurui pembaca. “Terakhir, biarkan pembaca menyimpulkan sendiri ending (akhir cerita),” paparnya.

Diterangkan nya, pemilihan nama tokoh dalam karya sastra harus diperhatikan. Dari karakter tipografi huruf nama tokoh itu menggambarkan penokohannya dalam sekelumit peta konflik.

Baca Juga :  Jadi Host City Porsemanas, Ini Kata Ketua PGRI Sumsel

Didi mencontohkan, mengapa sastrawan Ahmad Tohari suka menggunakan huruf ‘S’ pada nama tokoh dalam novelnya Ronggeng Dukuh Faruk. Serintil  misalnya. Huruf S pada nama tokoh Serintil menunjukkan konflik berliku yang dialaminya seakan tak kunjung henti.

Selain teoritis dan akademis, menulis sastra juga dapat mendatangkan manfaat secara ekonomis.

“Jika karya sastra dimuat di media massa, maka penulis akan dapat penghasilan tambahan. Apalagi karya sastra tersebut dijadikan objek pembuatan film/sinetron, bayangkan begitu deras royalti mengalir ke kantong penulis,” ucapnya di sela peluncuran dan bedah novel Penantian di Bawah Purnama karya Murni Oktarina.

Tidak hanya penulisan sastra atau fiksi, Gebyar Sejuta Karya juga diisi dengan kursus akting singkat oleh Anto Narasoma dan pelatihan mendongeng oleh kak Inug. Kegiatan juga diwarnai pementasan drama oleh Teater Tenun dan Teater Bismillah SMA PGRI 2 Palembang.

Baca Juga :  Kartono Konsisten Menjajakan Minyak Tanah di Tengah Suksesnya Program Konversi Gas

Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Bina Darma Prof Waspodo MEd PhD mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kurikulum.

“Ini suatu kegiatan yang sifatnya kurikuler. Artinya ada mata kuliah apresiasi prosa fiksi. Karena ini mata kuliah maka wajib ikut,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Hastari Mayrita SPd MPd, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bina Darma yang menyambut baik kegiatan apresiatif dan kreatif mahasiswanya.

“Kami senantiasa mendukung kegiatan akademik mahasiswa. Apalagi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Darma sudah terakreditasi B,” terangnya.

Diketahui, kegiatan Apresiasi Sastra Anak meliputi Sayembara Cerita Anak, Dongeng, dan Debat Sastra Anak. Kemudian, Apresiasi Prosa Fiksi-Sastra meliputi launching Buku Bahasa dan Sastra Indonesia.

Workshop penulisan Buku Fiksi, bedah buku fiksi dan pameran buku fiksi. Selanjutnya, apresiasi drama meliputi pentas drama, jumpa dramawan, kursus akting singkat dan pemutaran film pendek. (sbw)

Baca Juga

Terlahir dengan Tubuh Separuh, Pria Ini Bisa Hidup Normal

Jakarta, Sumselupdate.com – Rowdy Burton terlahir dengan kelainan langka bernama sacral agenesis. Kondisi ini membuat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *