Home / Headline / Gara-gara Simpan Shabu, Engki Terancam Lebaran di Hotel Prodeo
Tersangja Engki diamankan di Polsek Talang Ubi

Gara-gara Simpan Shabu, Engki Terancam Lebaran di Hotel Prodeo

Palembang, Sumselupdate.com – Hengki Tornado alias Engki (26) terancam menikmati Hari Raya Idul Fitri dibalik jeruji besi. Pasalnya, warga Talang Subur, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi ini kerap kali mengedarkan dan mengonsumsi shabu di daerahnya.

Engki diringkus anggota Unit Reskrim Polsek Talang Ubi pimpinan Iptu Rusli SH pada dari kediamannya di Jalan Mawar, RT1/3, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Jumat (16/6) malam.

Penangkapan bermula dari informasi warga sekitar yang resah karena pelaku kerap kali bertransaksi narkoba dikediamannya, dan juga menjadikan rumahnya sebagai tempat untuk mengonsumsi barang haram tersebut.

Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan, SIK, MPP melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Victor Eduard Tondais SIK mengatakan bahwa anggota buser Polsek Talang Ubi dipimpin Kanit Reskrim Iptu Rusli melakukan penyelidikan dan hasil penyelidikan tim langsung melakukan penggerebekan.

Baca Juga :  Bisnis Shabu, Oknum PNS Divonis 8 Tahun Penjara

“Pelaku diringkus saat melakukan transaksi narkoba jenis sabu dengan pelaku UD (DPO) warga Simpang Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Pali,” jelas Victor melalui Kanit Reskrim Iptu Rusli SH.

Advertisment

Dari hasil pengeledahan di rumah pelaku ditemukan lima bungkus kecil plastik bening klip berisikan cristal-cristal putih diduga narkoba jenis shabu seharga Rp. 2.500.000, satu bungkus kecil plastik bening klip kosong bekas isi kristal putih diduga shabu yang disimpan pelaku dalam kotak rokok dan alat-alat penghisap shabu yang ditemukan di balik pintu bedeng yang ditempati pelaku.

Baca Juga :  Ingin Penghasilan Tambahan, Petani Geluti Bisnis Shabu

“Pelaku sudah kita amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan pelaku akan kita jerat Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara,” tandasnya.

Dari keterangan yang diberikan pelaku, dia tidak mengenali pasti pemasok barang yang datang padanya, hanya berhubungan via telepon saja. Sedangkan untuk peredaran barang haram tersebut, pelaku menjualnya pada rekan-rekannya dan untuk konsumsi sendiri.

“Tidak kenal betul saya pak pada orangnya, hanya sering sms dan telpon saja. Kalau yang memesan sama saya biasannya teman-teman yang sebaya saya, dan sisanya saya untuk pakai sendiri dirumah,” akuinya dihadapan petugas. (adj)

Baca Juga

​Sebanyak 316 Unit Rumah Tak Layak Huni Terima BSPS

Martapura, Sumselupdate.com – Sebanyak 316 unit rumah yang masuk dalam kategori tidak layak huni di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *