Home / Headline / Empat Tersangka Dijebloskan KPK di Rutan Berbeda
Foto: Anggota DPR Amin Santono tersangka suap kini berompi oranye (Bil/detikcom)

OTT Kasus Suap RAPBN-P 2018

Empat Tersangka Dijebloskan KPK di Rutan Berbeda

Jakarta, Sumselupdate.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan empat tersangka kasus dugaan suap terkait RAPBN-P 2018.

Penahanan pertama dilakukan terhadap anggota komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Amin Santono.

Pantauan detikcom di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (6/5/2018), Amin keluar sekitar pukul 01.20 WIB.

Ia mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Tak ada keterangan apapun yang disampaikan Amin, meski sempat berhenti untuk mendengar pertanyaan dari wartawan.

Selang 2 menit kemudian, tersangka lainnya bernama Ahmad Ghiast yang diduga sebagai penyuap Amin turut ditahan KPK. Ahmad hanya tertunduk dan diam saat keluar dari lobi KPK.

Beberapa jam kemudian, KPK menahan pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo. Yaya dibawa ke Rutan Cabang KPK Guntur bersama tersangka lainnya Eka Kamaluddin.

Yaya meninggalkan gedung KPK pada Minggu (6/5/2017) pukul 02.20 WIB. Dia dibawa ke Rutan Cabang KPK di Guntur. Sambil menutupi wajahnya menggunakan sapu tangan, Yaya memasuki mobil tahanan.

Tak satu kata pun dilontarkan Yaya saat meninggalkan gedung KPK. Dia langsung masuk mobil tahanan dengan tetap menutup wajahnya.

Sementara itu, Eka Kamaluddin, perantara kasus suap yang melibatkan anggota DPR RI Amin Santono yang terkena operasi tangkap tangan (OTT). Eka ditahan di Rutan Cabang KPK di Guntur bersama tersangka lainnya Yaya Purnomo.

Pantauan detikcom, Eka meninggalkan gedung KPK pada Minggu pukul 03.30 WIB. Dia memakai rompi tahanan oranye dan dibawa menggunakan mobil tahanan KPK.

Baca Juga :  Kementerian Agama Cari 1.000 Pegawai

Saat meninggalkan gedung KPK, Eka tak berkomentar. Dia hanya berjalan menunduk sambil masuk ke mobil tahanan.

KPK sendiri menyatakan keempatnya akan ditahan selama 20 hari ke depan.

“AMS (Amin Santono) di rutan cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih, AG di rutan Polres Jakpus” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan.

Sebelumnya, KPK melakukan OTT pada Jumat (4/5) kemarin. Dari OTT itu KPK mengamankan 9 orang, termasuk Amin.

Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif, KPK menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Keempatnya adalah Amin, Yaya Purnomo, Eka Kamaluddin, dan Ahmad Ghiast.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan 4 orang tersangka, yaitu diduga sebagai penerima AMS (Amin Santono), Anggota Komisi XI DPR RI, EKK (Eka Kamaluddin), swasta atau perantara, YP (Yaya Purnomo), Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Sementara, Ahmad ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memberi suap kepada Amin. KPK menduga suap sejumlah Rp 500 juta yang diterima Amin berasal dari commitment fee senilai total Rp 1,7 miliar.

Dalam penangkapan tersebut, penyidik KPK mendapati uang suap Rp400 juta untuk Amin demi memuluskan proyek yang dibahas dalam RAPBN-P Tahun Anggaran 2018.

Baca Juga :  Diancam Dipolisikan Fredrich, Basaria: Silakan Saja

Bila pembahasan mulus, Amin bakal mendapatkan fee sebesar 7 persen dari nilai proyek atau sekitar Rp25 miliar.

“Dalam kegiatan ini KPK total mengamankan sejumlah aset yang diduga terkait tindak pidana, yaitu logam mulia emas 1,9 kg,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat menyampaikan keterangan pers di kantornya Jalan Kuningan Persada.

Soal logam mulia, menurut Saut, diperoleh saat penyidik menggeledah rumah Yaya Purnomo (YP) yang merupakan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan.

Ia disebut ikut menerima suap bersama Amin agar dua proyek lolos di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Uang suap diketahui berasal dari patungan para kontraktor di wilayah itu yang diplot di satu orang bernama Ahmad Ghiast.

“AG (Ahmad Ghiast) diuga sebagai koordinator dan pengepul dana untuk memenuhi permintaan AMS (Amin Santono),” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua KPK Agus Rahardjo, menyatakan bahwa Amin dan Yaya telah dipantau anak buahnya terkait pembahasan APBN-P 2018 sejak akhir tahun lalu.

Pengungkapan kasus ini juga tak terlepas atas kerja sama dan informasi dari Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. “Mudah-mudahan ini jadi peringatan untuk perbaiki sistem,” kata Agus, demikian dikutip Viva.co.id. (hyd)

 

 

 

Baca Juga

Erick Thohir Optimistis Asian Games Berjalan Lancar

Jakarta, Sumselupdate.com – Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir optimistis penyelenggaraan Asian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *