Home / Headline / Elektabilitas Sejumlah Nama Bakal Calon Gubernur Sumsel Terjadi Trend Kenaikan
Direktur Stratakindo Research and Consulting, Octarina Soebardjo memaparkan hasil survei terhadap elektabilitas sejumlah bakal calon Gubernur Sumsel.

Elektabilitas Sejumlah Nama Bakal Calon Gubernur Sumsel Terjadi Trend Kenaikan

Palembang, Sumselupdate.com – Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak Juni 2018 nanti, elektabilitas nama-nama bakal calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) saling salip dan kejar.

Hasil survei Stratakindo Research and Consulting yang dirilis oleh Direktur Stratakindo, Octarina Soebardjo dan peneliti Stratakindo, Hasan Asy’ari, Rabu (13/9/2017),  mengemukakan, terjadinya kenaikan elektabilitas dari beberapa kandidat.

Menurutnya, pada survei yang dilakukan 2 -10 Juni 2017 elektabilitas 14 nama secara tertutup, yakni Syahrial Oesman berada di angka 20,7 persen, pada survei 5-10 September 2017 bergerak sedikit ke angka 21,7 persen.

Dengan urutan tanggal yang sama, Herman Deru bergerak naik lebih banyak, dari angka 17,8 persen naik ke angka 19,2 persen.

Sementara H Dodi Reza Alex memecahkan rekor naik dari 8,8 persen naik ke 14,6 persen, artinya naik sebanyak 5,8 persen.

Ishak Mekki dari 11,7 naik ke 12,2 persen, kemudian Aswari Riva’i merangkak dari angka 5,8 persen ke 6,3 persen.

Namun dua tokoh PDI Perjuangan dalam dua survei berurutan diketahui tidak mengalami perubahan elektabilitas secara signifikan, Edy Santana Putra berada di angka 3,3 persen dan Giri Ramanda Kiemas di angka 2,2 persen.

Sementara kandidat lain berada di rombongan di bawah 2 persen seperti Muzakkir Sai Sohar 1,5 persen, Susno Duadji 1,3 persen, Mularis Djhari 0,5 persen, Iskdandar Sahil 0,5 persen, Harunata 0,4 persen.

Kemudian, Riduan Effendi 0,3 persen, Mawardi Yahya 0,3 persen dan Sarjan Taher 0,2 persen. Undecided voters dalam survei kali ini sebesar 14,5 persen.

Hasan Asy’ari juga memaparkan temuan popularitas dan kesukaan responden terhadap kandidat.

Lima besarnya adalah Syahrial Oesman dikenal oleh 82,1 persen dan disukai oleh 79,8 persen, Herman Deru dikenal 78,2 persen, disukai 80,2 persen, Ishak Mekki dikenal 66,4 persen dan disukai oleh 73,8 persen, Dodi Reza Alex Noerdin dikenal oleh 58,8 persen dan disukai 51,6 persen, kemudian Edi Santana Putra dikenal oleh 55,6 persen dan disukai 52,2 persen.

Ditambahkan Octarina Soebardjo, tiga besar hasil survei kali ini adalah Syahrial Oesman dengan capaian elektabilitas sebesar 21,70 persen yang 12,70 persennya adalah pemilih militan.

Posisi kedua diduduki Herman Deru dengan elektabilitas 19,20 dan pemilih militan 8,2 persen, kemudian posisi ketiga ditempati Dodi Reza Alex Noerdin meraih nilai elektabilitas 14,60 persen dengan pemilih militan sebanyak 7,4 persen.

Octarina menyatakan peta masih mungkin berubah karena militansi pemilih semuanya masih rendah.

Dari empat kandidat yang memiliki elektabilitas teratas punya potensi untuk bertempur satu sama lain.

Bisa jadi ada yang dapat kendaraan bisa juga ada yang tidak, bergantung pada kemampuan masing-masing pihak menganalisis dan membaca peluang.

“Sejauh ini dengan melihat peta kekuatan yang ada nama-nama yang beredar satu sama lain punya peluang. Bisa menang, bisa kalah. Fragmentasi kekuatan yang ada menggambarkan suatu kondisi bahwa untuk menang memerlukan pergerakan kampanye yang massif dan terstruktur,” katanya.

Dikatakannya, survei ketiga Pilkada Sumsel yang dilakukan Stratakindo dilaksanakan dari 5-10 September 2017.

Populasi survei adalah seluruh masyarakat Provinsi Sumatera Selatan yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah.

Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 820, dengan margin of error sebesar ± 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.

Responden terpilih diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara terlatih.

“Satu pewawancara bertugas untuk satu kelurahan atau satu desa yang terdiri hanya 10 responden. Quality control secara random sebanyak 20% dari total sampel dilakukan oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Waktu wawancara lapangan 5–10 September 2017,” demikian jelasnya. (ery)

 

 

Baca Juga

Ada Rekan Dianiaya Sopir Taksi Konvensional, Ribuan Sopir dan Ojek Online Serbu Monpera

Palembang, Sumselupdate.com – Viralnya video seorang yang diduga sopir taksi online dipukuli oleh sopir angkot …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *