Home / Headline / Diduga Dianiaya Atasan, Bripda Ranu Terpaksa Dirawat

Diduga Dianiaya Atasan, Bripda Ranu Terpaksa Dirawat

Palembang, Sumselupdate.com – Bripda Ranu Pranata terpaksa menjalani perawatan di kamar Nomor 8, Ruang Marwah Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang, akibat luka memar di tubuh dan kepalanya yang diduga telah dianiaya oleh atasan nya.

Atas tindak pidana penganiayaan yang diduga dilakukan Ipda NRA, Bripda Ranu memberikan kuasa kepada ayah kandung nya Ramaiyudin (49) untuk melaporkan Kanit Regindent Polres Musirawas ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel.

Kepada petugas Ramaiyudin mengaku sangat menyayangkan penganiayaan yang dilakukan oleh Ipda NRA kepada anaknya hingga menyebabkan dirawat di rumah sakit.  “Saya harap dengan laporan ini pelaku dapat dihukum sesuai perbuatan nya, karena apa yang dilakukan pelaku tidak sesuai, karena pelaku adalah seorang pimpinan,” kata Ramaiyudin.

“Bagaimana jika nanti pelaku menjadi Kapolsek, Kapolres bahkan Kapolda pasti akan lebih semena-mena terhadap bawahan, kalau anak saya salah silakan dihukum tapi ini anak saya tidak bersalah apa lagi melakukan pelanggaran malah dianiaya,” paparnya.

Sementara itu, saat menjalani perawatan Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Bripda Ranu menceritakan kejadian penganiayaan yang dialami nya berawal saat dirinya berdinas di Satlantas Polres Musi Rawas Jumat (13/4).

Bripda Ranu Pranata mendapatkan surat perintah pengamanan dari Kanit Dikyasa untuk bertugas di Jalan Marga Mulya tepatnya di rumah pribadi Bupati Musi Rawas dan Bripda Ranu segera melaksanakan tugas yang diberikan.

Paslon Pilwako Lubuklinggau

“Tapi saya ditelepon Ipda NRA agar segera merapat ke rumah dinas Bupati, Ipda NRA berkata kepada saya kamu nggak yakin sama saya, saya tanggung jawab nanti saya bilang sama Kasat pokoknya kamu segera merapat ke rumah dinas Bupati jam dua siang,” katanya.

Dikatakannya, mendapatkan perintah tersebut Ranu Pranata memenuhi permintaan Ipda NRA dan bertemu dengan Ipda NRA di depan Pendopo rumah dinas sekitar pukul 14:10. Padahal surat perintah nya bukan di rumah dinas Bupati.

“Saat itu Ipda NRA langsung memanggil saya secara tiba-tiba memukul kepala badan, tidak sampai disitu saya juga dimasukkan ke dalam mobil dan dianiaya di dalam mobil. Saya sempat lari tapi dikejar nya,” tambahnya.

Setelah puas menganiaya Bripda Ranu, Ipda NRA meninggalkan korban dengan badan lemah dan Bripda Ranu Pranata pergi meninggalkan tempat kejadian ditemani teman satu angkatan nya untuk berobat ke rumah sakit setempat.

Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban dan kasusnya masih dalam penyelidikan untuk dikembangkan.

“Jika hasil penyelidikan ditemukan unsur penganiayaan, maka terlapor akan ditindak sesuai hukum yang berlaku, sanksi nya bisa etika profesi,” tandasnya.

“Tapi kalau pelapor memang salah kan tidak bisa dianiaya apalagi sampai masuk rumah sakit, terlapor bisa kena pasal penganiayaan,” Kapolda menambahkan.

Saat ini laporan pelopor sudah diterima dengan nomor STTLP / 305/ IV / SPKT / 2018. Selanjutnya akan dilimpahkan ke Ditreskrium untuk ditindaklanjuti. (tra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.