Home / Headline / Bocah 9 Tahun Tewas Usai Ikut Imunisasi Massal di Sekolah
Ilustrasi

Bocah 9 Tahun Tewas Usai Ikut Imunisasi Massal di Sekolah

Palembang, Sumselupdate.com – Sedih bukan kepalang dirasakan Junianto dan Meisyah. Mereka harus kehilangan anak sulung bernama Jumiarti (9), tak lama setelah imunisasi massal di sekolah.

Jumiarti mengalami kelumpuhan dan sempat mendapat perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP), sebelum akhirnya bocah perempuan malang ini meninggal dunia.

Peristiwa ini tidak diduga-duga oleh orangtua Jumiarti. Pasalnya, sebelum diimunisasi pada Jumat (10/11), anak mereka dalam keadaan sehat. “Jumat itu, anak saya bangunnya pagi jam 5. Dia semangat sekali katanya akan ada imunisasi di sekolah,” kata Meisyah saat ditemui di RSMP menunggui anaknya.

Lalu Jumat siang, Jumiarti pulang sekolah masih dalam keadaan ceria sera tidak ada yang aneh. Namun saat sore menjelang malam, tiba-tiba kaki kiri Jumiati tidak bisa digerakkan. “Anak saya jadinya berbaring saja,” ujarnya.

Baca Juga :  Telan Korban, Kemenkes Diminta Evaluasi Program Imunisasi Siswa di Sekolah

Sabtu pagi kondisi Jumiarti belum berubah, bahkan kaki kanannya ikut tidak bisa digerakkan. Meisyah lalu buru-buru melapor ke Madrasah Ibtidaiyah Yayasan Al Hikmah di Gang Duren, Kelurahan 7 Ulu Palembang, tempat Jumiarti sekolah terkait kondisi anaknya. “Bagaimana ini pak ustad, anak saya kenapa jadi tidak bisa jalan,” kata Meisyah panik.

Karena kondisi belum membaik, akhirnya petugas Puskesmas, merujuk Jumiarti dibawa ke RSMP, pada Sabtu sore. “Kami ini orang tak punya, Puskesmas katanya menanggung semua biaya berobat,” ujar Juniarto yang mendampingi istri menjaga Jumiarti di RSMP.

Baca Juga :  'Teman Ahok' Ajak Pemilih Menjadi Warga Yang Baik

Namun hingga Senin sore, kondisi Jumirti, belum juga ada perubahan. Bahkan tubuh Jumiarti mengalami demam. “Dari sejak sakit belum bisa buang air besar. Kencing juga tidak terasa oleh dia, tahu-tahu kasur sudah basah. Ya Allah ngapo anak aku cak ini, sakit apo,” ujar Meisyah seraya mengaku belum ada omongan penyakit apa yang diderita anaknya dari dokter yang menangani.

“Masih¬† nunggu hasil tes darah dan urine,” sambungnya. Selas (14/11/2017) pagi, kondisi bocah ini semakin parah dan mengalami sesak napas. Jumiarti pun harus dibantu oksigen untuk bernafas. Kemudian sekitar pukul 9.00, nyawa Jumiarti tak tertolong dan meninggal dunia. (tra)

Baca Juga

Rapat Raperda Pesta Rakyat Menjadi Perdebatan

Sekayu, Sumselupdate.com – Rapat Pesta Rakyat di Ruang Banmus DPRD Muba yang dimotori oleh Pansus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *