Home / Headline / BBM Turun, Tarif Angkutan Umum Masih Mahal
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Firdaus

BBM Turun, Tarif Angkutan Umum Masih Mahal

Muratara, Sumselupdate.com – Walaupun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah turun, tetapi ongkos angkutan umum dari Kota Lubuklinggau ke Muratara tidak turun. Hal tersebut dikeluhkan oleh masyarakat yang tinggal di Kabupaten Muratara.

Mat Ali, warga Kabupaten Muratara yang sering mengunakan angkutan umum dari Kota Lubuklinggau, mengeluhkan tidak turunya tarif angkutan dari Lubuklinggau-Muratara sebesar Rp 25 Ribu, meski harga BBM sudah turun.

“Seharusnya kalau minyak sudah turun ongkos ke Muara Rupit juga harus turun, akan tetapi sampai sekarang tarif angkot belum juga turun. Entah apa sebabnya, sementara Muara Rupit sudah menjadi kabupaten sendiri. Seharusnya tarif anggkutan sudah ditetapkan, “katanya.

Ia mengatakan, sebagai masyarakat ia pun sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara dapat memperhatikan rakyat kecil. Sebab, di Kabupaten Muratara, rakyat kecil seperti dirinya masih memanfaatkan jasa angkutan antar kota dan desa. Oleh sebab itu, dia pun meminta agar segera ada penurunan tarif karena minyak sudah turun, terlebih lagi dalam menjelang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri nanti.

“Supaya kami masyarakat Muratara tahu kalau ongkos taksi telah turun karena Muara Rupit sudah menjadi Kabupaten. Tentu saja sudah memiliki aturan dan lain sebagainya supaya Muratara dapat berkembang dengan baik, “harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Firdaus menjelaskan, untuk saat ini tarif angkutan dari Kota Lubuklinggau hingga Singkut ataupun ke Pedesaan belum memiliki tarif normal. Artinya, masih menggunakan tarif yang telah ditentukan oleh supir angkutan sendiri.

“Karena Muratara baru menjadi Kabupaten sendiri, tidak serta-merta kami Dishubkominfo membuat aturan dan melakukan hal yang berbentuk ke arah sana. Sebab masih banyak hal yang tentunya harus kami lakukan, seperti Organisasi Angkutan Daerah (Organda) untuk angkutan Kabupaten Muratara belum memiliki itu dan masih perlu dibentuk, “jelasnya.

Begitu juga dengan Dishubkominfo masih memerlukan Swadaya Masyarakat Daerah (SMD), supaya Kabupaten Muratara ini dapat berkembang dengan baik dan pesat di masa yang akan datang.

“Sedangkan untuk saat ini tarif angkutan masih berpatokan kepada supir angkutan itu sendiri, apa dinaikkan atau diturunkan, karena kita belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) terkait angkutan antar Kota dan Desa,”pungkasnya. (Ain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.