Home / Headline / Agama dan Penguatan Nilai-nilai Pancasila
Resla Oline Welly Rosman

OPINI Resla Oline Welly Rosman

Agama dan Penguatan Nilai-nilai Pancasila

AGAMA merupakan hal yang paling fundamental dalam kehidupan manusia. Nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama diharapkan dapat terefleksi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dengan beragama orang akan merasa lebih mendapatkan ketenangan dalam kehidupannya. Nilai-nilai agama merupakan hal substansial yang semestinya menjadi acuan setiap individu dalam melakukan aktivitas sehari-harinya.

Dari nilai-nilai agama inilah, yang sudah digali oleh para founding fathers bangsa ini, sehingga dijadikan sumber nilai dari nilai-nilai Pancasila. Nila-nilai Pancasila inilah yang menjadi bagian penting yang seharusnya diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, setiap warga negara Indonesia berkepentingan untuk mendalami, memahami, menghayati dan memperkaya secara internalisasi dalam dirinya terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang merupakan hakikat dari nilai-nilai agama.

Jika kita mengamalkan nilai-nilai Pancasila, sama halnya kita telah menjalankan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari kita. Begitu juga sebaliknya, jika kita memahami dan melaksanakan nilai-nilai ajaran agama, sama halnya kita sudah melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Karenanya, kita dapat mengatakan bahwa  tidak ada pertentangan antara Pancasila dan agama, bahkan berkorelasi dan saling menguatkan antara satu dengan lainnya.

Akhir-akhir ini, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita mengalami sedikit  gangguan. Dimana Pancasila mulai dipertanyakan oleh pihak tertentu bahkan dibenturkan satu sama yang lainnya, bahkan dituding agama harus dipisahkan dari negara. Dalam prakteknya di lapangan pun terjadi saling klaim satu pihak dengan pihak yang lainnya, dimana sekelompok tertentu menganggap sangat pancasilais dan ada yang dituduh tidak pancasilais, dan semua pihak merasa paling benar dalam mejalankan Pancasila di negara ini. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan menggangu kehidupan berbagsa dan bernegara.

Bangsa Indonesia yang sangat heterogen dan plural dari segala aspek kehidupannya, telah bersepakat dan berkomitmen menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam berbangsa dan bernegara. Sehingga seyogyanyalah Pancasila harus menyatu dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Semua sila yang ada di dalam Pancasila merupakan nilai-nilai agama yang harus diwujudkan setiap warga negara dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini karena semua masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang agamais dan harus diwujudkan dalam konteks berbangsa dan bernegara.

Memahami Pancasila haruslah secara intergral dan saling keterkaitan antara satu sila dengan sila yang lainnya karena sila-sila tersebut memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Sebab, sila-sila dalam Pancasila tidak berdiri sendiri, melainkan saling keterkaitan. Misalnya, dalam menjelaskan sila Ketuhanan Yang Maha Esa harus langsung mempunyai keterkaitan dengan sila berikutnya yaitu sila kemanusiaan yang adil dan beradab, dimana jika kita menjalankan sila Ketuhanan sebagai wujud bangsa yang berketuhanan dengan tercermin adanya 6 agama dan kepercayaan. Maka setiap orang yang meyakini perintah Tuhan Yang Maha Esa, dan sebagai orang yang beragama, maka orang tersebut harus melaksanakan ajaran agamanya dengan cara memanusiakan manusia lainnya dalam kehidupan sehari-hari secara berkeadilan dan berkeadaban.

Begitu juga dalam memahami sila kedua, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab harus ada keterkaitannya dengan sila persatuan Indonesia. Dimana dengan saling menjaga harkat dan martabat kemanusiaan seseorang dalam persamaan kehidupan dan berkeadilan tanpa diskriminasi, maka akan terwujud persatuan diantara warga negara Indonesia itu sendiri. Begitu juga untuk memahami sila-sila lainnya dalam Pancasila harus mempunyai pemaknaan pada sila tersebut dan sekaligus mempunyai keterkaitan pada sila berikutnya, sampai sila ke lima.  Oleh karena itu, persamaan persepsi dalam memahami pancasila sangatlah diperlukan, agar setiap orang tidak dibenarkan menafsirkan Pancasila menurut persepsinya masing-masing. Selain  itu, guiden mengenai Pancasila haruslah kokoh dan utuh, sehingga tidak ada lagi yang menafsirkan Pancasila dengan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri yang bersumber dari nilai-nilai agama.

Semua komponen bangsa Indonesia berkewajiban untuk menjaga dan merawat Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi negara didalam kehidupannya sehari-hari. Implementasi dari Pancasila, diwujudkan dengan cara saling menghormati satu sama lain dan saling bekerjasama dalam merawat dan membangun keberagaman dan keberagamaan satu dengan yang lainnya. Menjadikan seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. Dimana dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus di jabarkan dan bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila, seperti bentuk negara, dasar negara, tujuan negara, tugas/kewajiban negara dan warga negara, sistem hukum negara, moral negara, serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. **

Penulis adalah Peneliti Litbang Kementerian Agama RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.