Deprecated: Methods with the same name as their class will not be constructors in a future version of PHP; arqam_lite_counter_widget has a deprecated constructor in /var/www/vhosts/sumselupdate.com/httpdocs/wp-content/themes/sumselupdate/framework/functions/arqam-lite.php on line 736
Ada Tawar Menawar di Suap Hakim Bengkulu – Sumsel Update
Home / Headline / Ada Tawar Menawar di Suap Hakim Bengkulu

Ada Tawar Menawar di Suap Hakim Bengkulu

Jakarta, Sumselupdate.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan, keluarga terdakwa korupsi Wilson yang berperkara di Pengadilan Tipikor Bengkulu sempat melakukan tawar menawar dengan Hakim Dewi Suryana untuk menentukan nilai suap.

“Memang kelihatannya negosiasi lebih ketat. Ada informasi permintaanannya begini, permintaan diputus satu tahun saja. Tapi ada permintaan tambahan, ditambah Rp50juta lagi, tapi dari pihak keluarga enggak nambah,” kata Agus.

Wilson adalah terdakwa kasus korupsi kegiatan rutin pada Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Bengkulu, 2013. Dalam perjalanan sidang, dia dituntut satu tahun enam bulan penjara dan denda Rp50 juta.

Setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan, Hakim Suryana akhirnya menjatuhkan vonis satu tahun tiga bulan penjara dan denda Rp50 juta. Dari hasil pemeriksaan sementara, pihak berperkara berjanji memberikan uang sebesar Rp125 juta atas vonis tersebut.

“Sehingga putusan satu tahun tiga bulan itu, apa gara-gara tadi tidak menuruti kenaikan harga. Ini semua masih dikembangkan, diperdalam,” jelas Agus seperti dikutip dari laman metrotvnews.com.

KPK sebelumnya resmi menetapkan Hakim PN Tipikor Bengkulu Dewi Suryana, Panitera Pengganti PN Tipikor Bengkulu Hendra Kurniawan dan salah satu pihak swasta yakni Syahdatul Islami sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara dugaan korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bengkulu.

Suryana dan Hendra diduga kuat telah menerima suap sebesar Rp125 juta dari Syuhadatul agar vonis Wilson ringan. Dari tangan Dewi disita uang Rp40 juta sedangkan di rumah Dahniar, bekas panitera pengganti PN Bengkulu diamankan uang senilai Rp75 juta.

Masih ada Rp10 juta sisa dari komitmen fee Rp125 juta. Menurut Agus, selisih dari total keseluruhan masih ditelusuri penyidik.

“Ini terkait hilangnya juga masih diteliti, karena yang satu merasa memberikannya dalam kantong Rp50 juta, yang satu menerima kok Rp40 juta. Jadi itu, ketercecer Rp10 juta diteliti lebih jauh,” pungkas Agus. (pto)

Baca Juga

Garam Dapur dan Garam di Meja Ternyata Berbeda, Ini Perbedaan yang Paling Mencolok

Jakarta, Sumselupdate.com – Jika kita mencermati, kita bisa menemukan beberapa jenis garam yang bisa kita …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *