Home / Headline / Mencetak Atlet Berpestasi Dimulai Dari Usia Dini
Taekwondoin Generasi Indonesia Berprestasi (GIB) Club melakukan fighter dalam sesi latihan rutinnya, Minggu (5/3).

Mengenal Lebih Dekat GIB Club

Mencetak Atlet Berpestasi Dimulai Dari Usia Dini

Palembang, Sumselupdate.com –Di dunia olahraga taekwondo, siapa tak kenal dengan Generasi Indonesia Berprestasi (GIB) Club yang memiliki pusat pelatihan di Jalan KH Dahlan, Kelurahan Bukit Kecil, Kecamatan IB I, Palembang.

GIB Club yang sudah banyak menelurkan atlet berprestasi dan mengharumkan nama Sumsel baik di tingkat nasional maupun internasional, memiliki banyak taekwondoin muda. Bahkan, hampir 30 persen masih usia dini.

Seperti latihan rutin pada Minggu (6/3) pagi tadi. Taekwondoin usia dini bersemangat mengikuti latihan rutin yang ditangani oleh Nuris Altariq (pemegang sabuk hitam DAN IV Kukkiwon) yang lebih dikenal pecinta olahraga taekwondo di Bumi Sriwijaya dengan sapaan ‘Sabem GIB’.

Dalam membina taekwondoin muda, Sabem GIB dibantu lima asistennya. Latihan di GIB Club dilakukan setiap hari Minggu pagi dan hari Selasa malam.

Ditemui di sela-sela latihan, kepada Sumselupdate.com, Sabem GIB menuturkan jika membentuk atlet mumpuni memang harus dimulai dari usia dini.

Menurut suami dari Nyimas Umi Kalsum ini, pada usia dini, selain mudah mengajarkan teknik, juga dapat lebih mudah menanamkan kepribadian yang tangguh sekaligus jiwa sportivitas dalam mengikuti berbagai kejuaraan nantinya

Di samping itu, tambah Sabem GIB, yang tak kalah penting, pembinaan atlet taekwondo di usia dini, sebagai langkah regenerasi atlet. Dia beralasan, usia produktif atlet berprestasi berkisar 30 tahun hingga maksimal berusia 40 tahun.

“Atlet taekwondo khususnya di Sumsel banyak menorehkan prestasi. Namun prestasi atlet dibatasi oleh usia, maka dari itu dibutuhkan proses renegerasi agar olahraga taekwondo dapat terus berkibar demi mengharumkan nama bangsa,” kata Sabem GIB.

Ayah empat anak masing-masing Alfajri Vandim (DAN II Kukkiwon), Mutiara (DAN II Kukkiwon), Dinda Karisma (DAN II Kukkiwon), serta M Dewantara Arjuna (sabuk merah strip hitam II), mengatakan, saat ini GIB Club memiliki murid sebanyak 150 orang.

Sabem GIB sendiri selain melatih anak didiknya di pusat pelatihan di Jalan KH Dahlan, Kelurahan Bukit Kecil, Kecamatan IB I, Palembang, juga melatih di Kesdam II Sriwijaya.

 

Taekwondoin usia dini mengikuti peregangan tubuh sebelum latihan rutin dimulai, Minggu (6/3).
Taekwondoin usia dini mengikuti peregangan tubuh sebelum latihan rutin dimulai, Minggu (6/3).

 

Dan mulai satu bulan terakhir, GIB Club melakukan kerja sama dengan PT Personel Alih Daya (Persada). Pola kerja sama itu, GIB Club memberikan latihan rutin taekwondo terhadap 500 tenaga keamanan yang dimiliki PT Persada.

Program latihan taekwondo yang akan diikuti seluruh tenaga keamanan PT Persada ini, selain digembleng GIB Club, juga mendapat gemblengan pelatih fisik dari New Zealand, Andre Charles Richards.

“Seluruh sekurity PT Persada ini resmi terdaftar di Pengcab dan Pengprov Taekwondo Indonesia Sumsel. Sehingga mereka (sekurity PT Persada –red) mengikuti kurikulum pengajaran di Unit GIB, yakni tiga bulan sekali harus mengikuti ujian kenaikan tingkat sesuai program PB TI,” kata Sabem GIB yang juga Pelatih Kepala di Pengprov TI Sumsel.

Sebagai catatan, berkat ‘tangan dingin’ seorang Sabem GIB, banyak prestasi ditorehkan anak didiknya di antaranya PON XVIII di Provinsi Riau tahun 2012, atlet GIB Club meraih satu emas dan satu perunggu.

Sedangkan SEA Games XXVI 2011 di Sumsel meraih satu emas dan satu perunggu. Kejuaraan dunia taekwondo di Bangkok, Thailand tahun 2011, atlet GIB Club sukses mendulang 2 emas dan satu medali perak.

Prestasi paling terbaru adalah juara umum Saburai Cup di Provinsi Lampung pada bulan Februari 2016 dengan meraih 13 medali emas, 13 perak, dan 13 medali perunggu. (heryadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.