Home / News / Nasional / 2000 Pulau di Indonesia Bakal Hilang

2000 Pulau di Indonesia Bakal Hilang

Palembang, sumselupdate.com – Kurang lebih 2.000 pulau di wilayah Indonesia diprediksi akan hilang atau tenggelam di tahun 2050. Ini akibat dari naiknya permukaan laut sebagai dampak dari perubahan iklim yang bersumber pada efek rumah kaca.

Prediksi tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kementerian Perikanan dan Kelautan, Achmad Poernomo di Makassar, Selasa (19/1).  “Diprediksi sebanyak dua ribu pulau yang ada di Indonesia akan tenggelam pada 2050 akibat naiknya permukaan laut,” katanya dalam acara Rakernas Dewan Pengurus Pusat Forum Pemuda Bahari Indonesia (PP FPBI) di Gedung Mulo Makassar, Sulsel.

Jika hal itu terjadi, tegasnya, dipastikan sebanyak 42 juta jiwa masyarakat Indonesia akan kehilangan tempat tinggal. Untuk itu, masalah ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak guna mengantisipasi kemungkinan tersebut.

Ditambahkan Poernomo, sejauh ini memang ada sekitar 42 juta jiwa yang menetap di dekat laut. Mereka tinggal di berbagai pulau di beberapa provinsi di Indonesia. “Masyarakat yang tinggal di pesisir juga akan kehilangan tempat tinggal. Ini tentu menjadi salah satu ancaman nyata,” ujarnya.

Pihaknya juga mengakui ada beberapa hal yang menjadi tantangan ke depan. Bukan hanya masalah perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut, tetapi juga masalah ‘illegal fishing’, serta pengelolaan perikanan yang belum maksimal sehingga harus terus dicarikan solusinya.

“Keberadaan FPBI ini kita harapkan bisa ikut memberikan kontribusi atas kondisi yang terjadi. Kami bersyukur, sekarang ini sudah ada satgas illegal fishing yang terbentuk untuk mengatasi masalah pencurian ikan di laut Indonesia,” ujarnya.

Sementara terkait masalah kesejahteraan nelayan, dirinya mengakui memang masih banyak nelayan Indonesia yang berada di garis kemiskinan. Hal ini juga menjadi perhatian dan tantangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini.

“Ada tiga hal yang membuat masyarakat nelayan belum mampu sejahtera seperti masalah struktural, kultural dan nonsubtural,” kata dia (shn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.