Home / Headline / 2 Korban Kecelakaan Speedboat di Muara Kumbang Dinyatakan Tewas, 1 Dalam Pencarian

2 Korban Kecelakaan Speedboat di Muara Kumbang Dinyatakan Tewas, 1 Dalam Pencarian

Palembang, Sumselupdate.com – Kecelakaan speedboat yang terjadi di perairan Muara Kumbang, Kecamatan Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (25/11) sekitar pukul 14.30 bertambah dua korban tewas dan satu korban lainnya masih dinyatakan hilang.

Jasad kedua korban tewas ditemukan Minggu (26/11/2017) pukul 13.00 atau 23 jam pasca kejadian, yakni Yusuf (37) warga Lorong Setia Budi, Komplek Yuka Sukaku, Kecamatan Sako, Palembang dan Dian (28) warga Jalur 18, Jembatan 2 Muara Padang, Banyuasin.

Kedua korban ditemukan di perairan kurang lebih 30 meter dari lokasi kecelakaan. Yusuf diketahui merupakan penumpang Speedboat Wawan Putra, sementara Dian penumpang Speedboat Jaipongan.

Iyek (50), ayah Yusuf berujar, anaknya tersebut bekerja di pabrik kertas Oki Pulp and Paper. “Ada sekitar 30 warga sini yang bekerja disana. Mereka rencananya mau pulang, tapi kecelakaan,” ujarnya.

Iyek menambahkan, anak ketiganya tersebut baru saja melangsungkan pernikahan dua bulan yang lalu. “Istrinya di Jawa, rencananya dia pulang ini mau ke Jawa. Tapi Tuhan berkehendak lain. Istrinya sudah dikabari, mau di makamkan di TPU Sukamaju besok (hari ini– red),” tambahnya.

Sementara Narti, kakak ipar Dian saat menyambangi RS Bhayangkara berujar tidak menyangka kejadian tersebut akan menimpa kepada adik iparnya. “Dia guru honorer di SD Muara Padang. Rencananya mau ikut Penataran di Palembang. Tapi malah kecelakaan,” ujarnya.

Dian meninggalkan dua orang anak dan satu istri. Saat di RS Bhayangkara, istri Dian terus menerus menangis dan tidak dapat melepaskan pilunya ditinggalkan suaminya. Sebelumnya diberitakan, Yuli Irianto (49), warga Komplek Yuka, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako tewas setelah Speedboat Jaipongan dan Wawan Putra bertabrakan.

Jenazah ditemukan dan langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara. Agustina (49) istri korban berujar, suaminya tersebut sudah hampir setahun bekerja di pabrik kertas tersebut. “Rencananya pulang mau ketemu cucu yang baru lahiran. Kami sudah ada anak tiga cucu tiga,” ujarnya.

Satu korban yang belum juga ditemukan yakni Supardi (30) yang diketahui bertetangga dengan Yuli dan Yusuf. Sadiah (72), ibu Supardi mengatakan, anaknya tersebut baru bekerja di pabrik kertas tersebut selama tiga bulan. Anak bungsu dari sembilan bersaudara tersebut diketahui telah berpisah dengan istrinya.

“Semalaman saya tidak bisa tidur. Pas malam kejadian seperti ada yang manggil seperti suara Supardi,” ujarnya. Dirinya berharap petugas Basarnas dapat menemukan anaknya tersebut agar bisa dimakamkan dengan baik.

Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang Dr Kompol Mansuri menjelaskan, pihaknya telah melakukan visum terhadap dua korban yang baru saja ditemukan.

Speedboat 200 PK merk Jaipongan dari Palembang tujuan Jalur 18 yang diserangi Nasir alias Kancil, bertabrakan dengan speedboat 200 PK merk Wawan Putra dari Muara Sugihan tujuan Palembang yang diserangi Wawan Mardianto (27), warga Jalan Faqih Usman Palembang.

Kerasnya tabrakan, tak hanya membuat kedua speedboat rusak parah. Tapi, juga menyebabkan korban tewas dan luka-luka. Serang Wawan Mardianto yang mengalami luka berat, juga dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara.

Dari keterangan dr Indah yang menangani korban di IGD, korban Wawan mengalami luka di bagian kepala dan lutut kanan. “Lukanya sudah dijahit. Namun, perlu observasi dan perawatan intensif,” ujar dr Indah.

Para personel Direktorat Polair Polda Sumsel, Sat Polair Polres Banyuasin, dan Basarnas, masih melakukan pencarian satu korban yang belum ditemukan tersebut.

“Untuk korban yang luka-luka, ada yang dirawat di RS Kundur dan RS Pelabuhan Boom Baru. Tapi, kami belum merinci nama-namanya karena masih pendataan,” jelas Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Robinson Siregar didampingi Kasubdit Gakkum AKBP Zahrul Bawadi.

Dijelaskan Robinson, dari hasil penyelidikan awal, sebelum laka terjadi, kedua speedboat sama-sama melaju cepat di perairan tersebut. Diduga, salah satu speedboat ini menghindari sesuatu diperairan. Sehingga terlihat Speedboad Wawan Putra mengalami kehilangan kendali. “Speedboat Wawan Putra mengalami kerusakan paling parah. Tim masih dilapangan melakukan penyelidikan lebih lanjut,”pungkas Robinson. (tra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.