Home / Headline / 16 Adegan Menjadi Bagian Dalam Rekonstruksi Kematian Kakek Dayin
Salah satu adegan dalam rekonstruksi.

16 Adegan Menjadi Bagian Dalam Rekonstruksi Kematian Kakek Dayin

PALI, Sumselupdate.com – Sebanyak 16 adegan mewarnai rekonstruksi kasus tersangka Usri alias Tiung terhadap korbannya Kakek Dayin (65) yang meregang nyawa akibat dibegal dua pemuda pada, Sabtu (5/8) lalu.

Rekonstruksi digelar di lapangan sebelah Kantor Mapolsek Talang Ubi, Rabu (8/11/2017) dengan dibantu empat orang saksi, satu tersangka atas nama Usri dan satu tersangka (DPO) diperagakan oleh anggota mapolsek Talang Ubi dan satu anggota lagi memperagakan menjadi korban.

Dari rekonstruksi diketahui, tersangka Usri berperan hanya mengambil ponsel milik korban. Sementara satu tersangka (DPO) yang berperan sebagai eksekutor pembunuhan kakek Dayin menggunakan sebilah senjata tajam jenis golok.

Kapolsek Talang Ubi kompol Suhardiman, SH MH melalui Kanit Reskrim Iptu Rusli, SH menjelaskan bahwa rekonstruksi tersebut untuk melengkapi berkas perkara.

Baca Juga :  Pembunuh Dituntut JPU 20 Tahun Penjara

“16 adegan diperagakan dalam rekonstruksi. Dari rekontstruksi, diketahui pelaku Usri berperan mengambil ponsel korban. Sementara pelaku satu lagi (DPO) yang menjadi eksekutor. Akan tetapi, sampai saat ini pelaku Usri belum mengakui perbuatannya. Namun, baik dari keterangan saksi dan bukti yang ada, kuat dugaan pelaku Usri merupakan salah satu pelaku terhadap kakek Dayin,” terang Rusli.

Rusli juga menambahkan tersangka dikenakan pasal 365 KUHP dengam ancaman hukuman 15 tahun penjara. “Pelaku dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Dan saat ini pelaku satunya lagi masih dalam penyelidikan dan dilakukan pengejaran,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi begal kembali memakan korban. Kali ini Dayin (65) warga Dusun III, Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI meregang nyawa akibat keberingasan kawanan begal. Kejadian bermula ketika Dayin bersama istrinya berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Revo untuk menyadap karet di kawasan Ribu Gajah, Desa Benuang.

Baca Juga :  Pelaku Ditangkap, Keluarga NF Ramai-ramai Datangi Polresta Palembang

Saat melintas di Jalan Pertamina yang menghubungkan Desa Benuang dan Simpang Raja, Kelurahan Handayani Mulya tepatnya di kawasan Ribu Gajah, korban berpapasan dengan dua pemuda. Entah kenapa, anak muda tersebut berbalik kemudian menyusul korban.

Saat hendak mendahului, tiba-tiba pelaku menerjang motor korban sampai terjatuh. Korban yang dikenal sebagai guru pencak silat mencoba melakukan perlawanan. Sehingga terjadi pergulatan hebat. Usia yang uzur membuat korban kewalahan menghadapi dua anak muda tersebut. Hingga akhirnya korban meregang nyawa. Korban diketahui kehilangan sepeda motor dan ponsel miliknya. (adj)

Baca Juga

Rapat Raperda Pesta Rakyat Menjadi Perdebatan

Sekayu, Sumselupdate.com – Rapat Pesta Rakyat di Ruang Banmus DPRD Muba yang dimotori oleh Pansus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *